Antisipasi Sayap Belanda, Jacksen Tekankan Strategi Bertahan

jacksonJAKARTA – Timnas Indonesia tak punya waktu banyak mempersiapkan diri menghadapi Belanda, Jumat (7/6) besok di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Untuk itu, pelatih Jacksen F Tiago yang  untuk kali pertama memimpin latihan sejak ditunjuk menangani Pasukan Garuda langsung fokus pada pematangan taktik.

Pada sesi latihan pagi, Jacksen mematangkan strategi bertahan. Hal yang sama ditunjukkannya pada sesi latihan malam hari di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

“Kami fokuskan di taktik bertahan. Ini akan terus dilakukan sampai besok (hari ini, red),” katanya seusai sesi latihan tadi malam.

Dalam strategi bertahan itu, Jacksen terlihat mulai memakemkan strategi dengan memaksimalkan empat bek dan dua gelandang. Empat bek yang dicoba di awal adalah Hengky Ardiles di bek kiri, Victor Igbonefo, dan M Roby sebagai bek tengah, dan Ruben Sanadi bertugas menjadi bek kanan. Sedangkan Raphael Maitimo dan Ahmad Jufriyanto diposisikan sebagai holding midfielder.

Selama sekitar 20 menit,”para pemain tersebut dilatih langsung oleh Jacksen untuk mengantisipasi serangan dari sisi sayap kanan maupun kiri. Dia memprediksi serangan dari sisi sayap bakal dimaksimalkan oleh Belanda. ” “Kami ingin pemain maksimal. Ada keseimbangan antara bertahan dan menyerang,” ujarnya.

Latihan timnas kemarin ditutup dengan menu set piece dari tendangan penjuru. Tujuannya, untuk memberikan variasi dalam menyerang maupun variasi antisipasi dalam bertahan.

Menu latihan yang dijalankan oleh Jacksen ini diakui oleh Raphael Maitimo sangat penting. Dia menyebut Jacksen meminta pemain untuk selalu fokus dan disiplin dalam menjaga daerah pertahanan.

Meskipun latihan itu terlihat monoton, Raphael mengaku senang dengan materi tersebut. “Menu latihan ini akan membuat pemain semakin terbiasa dalam pertandingan nanti,” ujar pemain kelahiran Belanda itu.

Saat disinggung peluangnya untuk diturunkan sebagai pemain utama, Raphael menyerahkan sepenuhnya kepada sang pelatih. Jika dipercaya menjadi starter, sebagai pemain naturalisasi yang melawan negara asalnya, dia siap memberikan yang terbaik.

“Ini kesempatan yang tidak bisa terjadi setiap tahun. Setiap pemain tentu akan menampilkan permainan terbaiknya, begitu juga saya,” tegasnya.(aam/ttg)