Antisipasi Korban Pelajar

Ary, ojek berbahaya (1)
ARY/Bengkulu Ekspress
Pengemudi ojek membawa penumpang pelajar lebih dari satu orang yang membahayakan. Untuk meminimalisir korban Lakalantas khususnya dari kalangan pelajar, Dikbud Rejang Lebong akan mengumpulkan sejumlah pihak terkait.

MENYIKAPI adanya 6 pelajar yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas selama satu bulan terakhir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan sejumlah langkah dalam meminimalisir pelajar menjadi korban kecelakaan. “Sejumlah langkah akan kita siapkan untuk meminimalisir pelajar jadi korban kecelakaan,” sampai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, T Samuji SPd MM.

Dijelaskan Samuji, langkah pertama yang akan mereka lakukan untuk meminimalisir pelajar menjadi korban kecelakaan yaitu akan mengumpulkan sejumlah pihak terkait yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Pihak-pihak terkait yang akan mereka kumpulkan tersebut, mulai dari perwakilan pelajar yaitu ketua dan sekretaris OSIS, kemudian jajaran kepolisian, pemilik penitipan motor, hingga orang tua dan guru siswa.Dikumpulkannya pihak-pihak terkait tersebut untuk diberikan pemahaman mengenai keselamatan saat mengendarai kendaraan bermotor.

“Dalam waktu dekat ini kita akan sosialisasikan kepada pihak terkait, tentang keselamatan berlalu lintas,” sampai Samuji.

Selain membahas soal berkendara dikalangan pelajar, sambung Samuji, juga akan membahas soal lainya seperti persoalan kenakalan remaja. Menurutnya, selain melibatkan masyarakat, dan sekolah, pihaknya juga melibatkan dengan jajaran Polres Rejang Lebong dan Polsek yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.

Khusus untuk pemilik penitipan kendaraan, menurut Samuji akan mereka panggil karena selama ini banyak masyarakat Rejang Lebong yang membuka penitipan kendaraan bermotor untuk mengelabui sekolah yang melarang siswanya untuk membawa kendaraan bermotor.

“Masih banyak pelajar kita yang membawa kendaraan bermotor, karena ada tempat penitipannya, meskipun pihak sekolah sudah melarang,” terang Samuji.

Selain itu, menurut Samuji pihaknya juga akan mensosialisasikan pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada sopir ojek di Kabupaten Rejang Lebong, karena menurut Samuji selama ini banyak sopir ojek yang membawa penumpang lebih dari satu orang, bahkan terkadang sampai 3 orang, dimana penumpang yang melebihi muatan tersebut adalah pelajar yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.

“Tukang ojek juga akan kita sosialisasikan, karena banyak tukang ojek yang membawa penumpang lebih dari satu orang,” sampai Samuji.

Sementara itu, saat ditanya apakah Diknas tak tertarik melakukan pengadaan bus sekolah. Samuji mengaku pihaknya sangat tertarik untuk melakukan pengadaan bus sekolah. Hanya saja dengan minimnya anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, sehingga pengadaan bus sekolah tersebut menurutnya sangat sulit untuk direalisasikan.

“kita ingin mengadakan bus sekolah, namun mengingat anggaran yang kita miliki minim, sehingga untuk merealisasikannya cukup sulit,” sampai Samuji.

Dalam kesempatan tersebut, Samuji mengaku Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong menyampaikan rasa prihatin atas meninggalnya 6 orang pelajar di Kabupaten Rejang Lebong selama satu bulan terakhir. Keenam pelajar tersebut meninggal karena menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

“Kami tentunya sangat prihatin, karena selama satu bulan terakhir sudah ada 6 pelajar di Rejang Lebong ini yang meninggal dunia,” demikian Samuji.(251)