Antisipasi Corona Virus, KKP Perketat Bandara Fatmawati 

FOTO HENDRIK/BE – Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bengkulu memperketat pengawasan di Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Selasa (3/3).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Guna mengantisipasi penyebaran corona virus dari Wuhan Cina yang dikabarkan telah menginfeksi dua warga negara Indonesia, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bengkulu memperketat pengawasan di Bandar Udara Fatmawati Soekarno.

Dikatakan Kepala KKP Rosyid salah satu bentuk pengetatan pengawasan adalah menyiagakan petugas jaga untuk memantau suhu tubuh penumpang yang baru turun dari pesawat.

“Terhadap pelaku perjalanan pesawat kita memasang thermal scaner (Pengukur Suhu Panas Tubuh), termasuk di bandara juga menyediakan ruang isolasi,” ungkap Rosyid, Selasa (3/3).

Kemudian, lanjut Rosyid, pihaknya sudah optimal pengawasan dan meningkatkan koordinas dengan lintas sektor baik program dengan dinas kesehatan dengan rumah sakit rujukan seperti Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) M. Yunus (RSMY).

“Alhamdulillah sampai saat ini masih aman, mudah-mudahan kita berdoa saja jangan sampai menemukan gejala yang terjangkit COVID- 19. Jika seandainya ditemukan, kita sudah siap dengan peralatan dan pengawasan yang ada,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Direktur Umum dan Pelayanan Medis RSMY dr. Ismir Fahri mengatakan, sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk menangani kasus corona virus telah menyiapkan 2 ruangan isolasi sebagai antisipasi penyebab pneumonia akut yang bersumber dari Wuhan, Cina itu. Ruang isolasi tersebut besifat permanen jika ada penemuan kasus pesien yang terindikasi terinfeksi virus corona di Provinsi Bengkulu.

“Kita di RSUD M. Yunus menyiapakan 2 ruangan isolasi, dimana satu ruangan itu terdiri 4 tempat tidur untuk khusus jika ditemukan pasien terindikasi virus corona. Jika ada pasien, pihaknya akan melakukan assesment atau penilaian screaning dan pemeriksaan pemeriksaan penunjang langsung dilakukan di tempat,” pungkasnya.

Di sisi kesiapan sendiri, RSUD M. Yunus memiliki satu dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam, juga ada dokter anak sudah dilatih khusus untuk menangani kasus infeksi saluran pernapasan seperti ini, dan perawat dan tenaga kesehatan lainnya juga sudah dipersiapkan.

“Perawat dan dokter di Bengkulu sendiri sudah siap menangani jika ada pasien yang dicurigai terindikasi virus corona. Namun sampai saat ini, kami belum menerima laporan terkait adanya pasien di Bengkulu yang terindikasi terkena virus corona. Kami sudah koordinasi berkaitan juga dengan logistik, terutama untuk perlindungan diri pasien. Nah di sini juga, apabila ada terduga pasien dengan kecurigaan corona maka tidak diperbolehkan keluarga untuk menunggu karena kita tahu bahwasanya resikonya,” tegasnya.

Pasien nanti, tambah Ismir menggunakan pakaian khusus pelindung diri. Setelah keluar ruangan, itu langsung dilakukan sterilisasi pada pakaian tersebut dengan menggunakan tempat khusus untuk langsung dimusnahkan. Sehingga tidak menyebar atau menularkan atau membawa virus corona tersebut.

“Pada prinsipnya kita sebagai pusat rujukan tertinggi, sudah siap,” tutupnya. (HBN)