Antisipasi Banjir, Aliran Sungai di Lebong Dikeruk

ERICK/BE
PANTAU: Tim terpadu ketika melakukan pemantuan kawasan aliran sungai Air Karat yang mengancam persawahan masyarakat.

LEBONG,bengkuluekspress.com– Dari hasil rapat dan turun ke lapangan tim terpadu, memutuskan akan melakukan normalisasi sementara dengan melakukan pengerukan area aliran Air Karat Kecamatan Bingin Kunin. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya banjir yang masuk ke persawahan masyarakat yang akan panen beberapa hari lagi.
Hal tersebut untuk menindaklanjuti perintah Bupati Lebong, Kopli Ansori ketika memantau secara langsung kawasan aliran Air Karat dan Dam Sabo di Kecamatan Bingin Kuning.
Ketua tim terpadu yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, Fakhrurrozi SSos MSi mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (Dinas PUPR-Hub), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMDS), Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan), Badan Perencanaan Pembanguanan Daerah (Bappeda) serta yang lainnya.
“Termasuk kita menggundang dari PT Pertamina Giothermal Energy (PT PGE) Hululais,” sampainya, Senin (29/03).

Setelah melaksanakan rapat, tim langsung menuju ke lokasi untuk menentukan langkah awal untuk mengantisipasi masuknya aliran air sungai ke persawahan. Dimana langkah awal yang dilakukan dengan melakukan normalisasi air karat di kawasan Kelurahan Mubai, memint abantuan alat berat dari PT PGE Hululais untuk membuat bendungan sementara menutup agar air tidak masuk ke persawahan.
“Kita menggeser bebatuan terlebih dahulu, menutup jalan masuk air dan hari ini telah dimulai dibantu alat berat dari PT PGE,” ucapnya

Hal tersebut dilakukan sementara, karena tidak ingin membuat aliran air sungai masuk kedalam persawahan masyarakat yang akan segera panen. Barulah selanjutnay memikirkan untuk membuat pelapis sungai di kawasan Dam Sabo. Dimana dari hasil analisa, untuk membuat pelapis sungai erkiraan smeentara setidaknya dibuat dengan lebar 15 meter dan panjang 50 meter.
“Sementara hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan cepat, sementara hujan yang mengakibatkan banjir terus mengancam,” ucapnya

Ditegaskan Fakhrurrozi, pastinya apa yang dilakukan untuk memastikan persawahan masyarakat tidak diterjang banjir ketika aliran air sungai meningkat akibat hujan yang saat ini terus turun. Barulah langkah-langkah selanjutnya akan dirapatan kembali.
“Kita selamatkan dulu padi masyarakat yang sebentar lagi akan panen,” tuturnya.(614)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*