Animo Pemuda Ingin Jadi Polisi, Tinggi

BENGKULU, BE – Sejak dibukanya pendaftaran atau perekrutan anggota kepolisian oleh Polda Bengkulu, dari tanggal 8 April hingga 2 Mai ini. Animo pendafar saat ini, sudah mencapai 4.824 Orang. Sedangkan untuk koata penerimaan sendiri Polda Bengkulu belum bisa memastikan berapa yang akan diterima masuk menjadi anggota kepolisian. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Ghufron MM MSi, bahwa jumlah kuota sendiri akan ditentukan oleh Markas Besar (Mabes) Polri dari hasil seleksi.
“Untuk kuota nanti akan didapat dari hasil seleksi. Seperti seleksi kesehatan, seleksi pisikotes dan fisik atau jasmani. Semua itu tergantung dari Mabes Polri, berapa yang akan diambil dari Polda Bengkulu,” jelas Ghufron kepada BE.
Untuk kuota se-Indonesia penerimaan anggota kepolisian yang ditentukan oleh Mabes Polri saat ini sebanyak 15.300 orang. Terbagi Akademi Polis (Akpol) sebanyak 300 orang, Untuk pria sebanyak 250 orang dan untuk wanita sebanyak 50 orang. Kemudian Brigadir sebanyak 12.750 orang, pria 10.650 dan wanita 2.100 orang. Sedangkan untuk Tamtama sebanyak 2.250 orang.
“Nanti dari kuota yang sudah ditentukan oleh Mabes Polri sebanyak 15.300 orang. Akan dibagi masing-masingnya jumlah penerima kepolisian untuk Polda Bengkulu,” ujar Kapolda.
Saat ini animo pendaftar di Polda Bengkulu sudah mencapai 4.824 orang. Terbagai pendaftar Akpol sebanyak 210 orang, pria 155 orang dan wanita sebanyak 55 orang. Untuk Brigadir 3.680 orang, pria 2.859 dan wanita 821 orang. Sedangkan untuk Tamtama sebanyak 934 orang. Maka dari itu, Polda Bengkulu mengharapkan kepada pendaftar yang lolos pada tahapan. Untuk tetap mengikuti tahapan-tahapan berikutnya yang sudah ditentukan. “Dengan banyaknya animo pendaftar anggota kepolisian ini, kita mengharapkan tahapan harus terus diikuti hingga selesai,” ujar Kapolda.
Kemudian, Kapolda Bengkulu juga akan terus mengedapankan sistem penerimaan anggota kepolisian, untuk terhindar dari sistem korupsi. “ini, Kita akan terus berupaya selektif dan mengembangkan sistem penerimaan atau perekrutan anggota kepolisian, yang bersih bebas dari korupsi. Maka dari itu, semua harus bersama-sama untuk memantau jalannya perekrutan ini. Karena semakin banyak yang mengawasi, akan semakin bagus,” pungkas Ghufron.(cw2)