Angkutan Umum Tak Layak Masih Beroperasi

BENGKULU, BE– Dinas Perhubungan  Komunikasi Informatika dan Pariwisata Bengkulu Tengah,Bengkulu Tengah mengelar pemeriksaan KIR (Keterangan Izin Registrasi) kendaraan, kemarin. Pemeriksaaan KIR ini dilakukan terhadap truk dan bus penumpang. Dari hasil pemeriksaan itu diketahui, ternyata banyak truk dan bus penumpang yang tidak layak masih beroperasi  Bahkan banyaj pula kendaraan yang menunggak pajak KIR.
Kepala PJR Dishub Benteng, Zainal Abidin, saat diwawancarai disela-sela   pemeriksaan KIR kendaraan menuturkan, ”Hasil pemeriksaan kita sebagian besar kendaraan umum tidak memenuhi syarat KIR.”

Terkait masalah ini, sejauh ini Dishub hanya memberikan pembinaan saja. Dishub tidak melarang atau mencabut izin angkutan umum tersebut. Truk atau bus penumpang tetap dibiarkan beroperasi. Beragam alasan yang disampaikan pemilik atau sopir angkutan umum tidak melakukan uji KIR.  Ada yang berasalan belum ada uang, tidak sempat karena mereka harus terus mencari penumpang, dan ada juga yang mengatakan jarak ke tempat pemeriksaan KIR jauh.
Lemahnya sikap Dishub membuat pemilik dan sopir angkutan umum mengabaikan KIR. Padahal uji KIR sangat penting untuk mengetahui kondisi kelayakan sebuah angkutan. Hal ini menyangkut keselamatan para penumpang. Seharusnya kendaraan yang tidak layak atau tidak uji KIR tidak boleh diizinkan beroperasi lagi.

Disisi lain bukan hanya KIR permasalahan yang ada di Dishub. Sampai kini warning light yang roboh akibat ditabrak pengendara mobil beberapa bulan lalu belum juga diperbaiki. Hal ini cukup menganggu arus lalu lintas di Benteng.
Sejauh ini Dishub berjanji dalam waktu dekat warning light itu tuntas. Namun perbaikannya menunggu pertanggungjawaban dari si penabrak warning light itu.  “Hal itu sudah kami tekankan kepada penabrak agar mengembalikan kondisi lampu sebagaimana semula. Apapun konseksunesinya harus ditanggung pengendara karena dia yang menabrak,” kata Zainal. (122)