Angkutan Laut Siap Dengan Lonjakan Pemudik

Komando Armada I Siapkan KRI Bantu Angleb

JAKARTA, Bengkulu Ekspress – Dirjen Perhubungan Laut memprediksi bahwa tahun ini akan ada kenaikan jumlah penumpang di sektor laut. Mengantisipasi hal itu, dibutuhkan bantuan dari TNI. Selain itu, sektor penyebrangan yang digawangi meminta PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga dilakukan perbaikan. Tahun lalu jumlah pemudik menggunakan kapal laut mencapai 1,8 juta jiwa. Tahun ini diprediksi akan mencapai 1,9 juta jiwa.

Komando Armada I sebagai salah satu instansi di bawah koordinasi TNI AL turut bersiap diri menyambut musim mudik tahun ini. Sebagaimana mereka lakukan tahun lalu, tahun ini komando utama yang dipimpin oleh Laksamana Muda TNI Yudo Margono itu bakal menyiapkan dan menyiagakan unsur KRI guna menambah daya angkut. ”Sekitar tiga sampai empat KRI,” tutur Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I Letkol Laut (P) Agung nugroho.

Unsur KRI apa saja yang akan disiapkan oleh Komando Armada I, pria yang biasa dipanggil Agung itu belum bisa menyampaikan secara terperinci. Hanya kapal yang disiapkan oleh instansinya akan dipakai untuk membawa pemudik dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara ke beberapa destinasi di Jawa. ”Untuk membantu kelancaran mudik,” terang dia. Selain pemudik, kendaraan roda dua maupun roda empat juga bisa mereka angkut.

Sejauh ini, Komando Armada I memang belum mendapat informasi terkait rencana pemerintah untuk memecah arus lalu lintas selama musim mudik tahun ini. ”Yang jelas TNI AL, Komando Armada I setiap masa mudik dan arus balik lebaran senantiasi menyiapkan unsur KRI,” beber Agung. Terkait dengan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan, dia juga belum mendapat informasi terperinci.

Kementerian Perhubungan memang punya rencana untuk mengarahkan truk yang hendak menyebrang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Dari pelabuhan di pesisir utara ibu kota tersebut, truk-truk itu akan diangkut ke Pelabuhan Panjang di Lampung. Rencananya, kapal yang dipakai untuk membawa truk-truk itu merupakan kapal milik TNI AL. ”Kemungkinan baru lusa (Selasa) ada info,” imbuh Agung.

Sementara itu di sektor penyebrangan, kawasan Merak-Bakauheni menjadi perhatian. ”Pada puncak arus mudik nanti diprediksi kendaraan R4 mengalami kenaikan sebesar 15 persendibanding tahun laly,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi. Untuk mengantisipasi kemacetan, maka pada puncak arus mudik nanti PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk akan mengoperasikan dermaga eksekutif Selain itu untuk imbauan ganjil genap bagi kendaraan R4 yang akan menyeberang mulai tanggal 30 Mei- 2 Juni. Imbauan ganjil genap ini juga berlaku pada puncak arus balik yakni 7-9 Juni.

Kemenhub juga mendorong PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk segera melakukan sosialisasi mengenai e-ticketing dan pembayaran non tunai. Selain itu untuk memudahkan mobilitas keluar masuk pelabuhan maka disediakan shuttle bus. (syn/lyn)