Angkut Solar, Mobnas Pemkot Ditahan

KARANG TINGGI, BE- Sekitar pukul 11.30 WIB kemarin, sebuah mobil jenis Mitsubishi Terrada warna silver diamankan aparat kepolisian setempat. Diduga mobil itu digunakan menimbun BBM jenis solar sebanyak satu drum atau sekitar 200 liter.
Satu orang sopir bernama Arjun Sihombing ikut diamankan saat kejadian di Desa Ujung Karang tersebut. Sementara tiga orang lainnya, Simamora, Sinambela, dan warga asal Kerinci, Jambi, yang membantu membawa drum tersebut dilepas.
“Sopirnya diamankan 1x 24 jam, untuk dimintai keterangan. Yang jadi persoalan, mobil yang membawa adalah plat dinas,” terang Kapolsek Iptu Kusman Jaya, SH, kemarin.
Dari informasi diperoleh, kendaraan dinas itu disebut-sebut milik Dinas Kehutanan Pemkot Bengkulu BD 9113 AY dicegat satuan Polsek Karang Tinggi di Desa Ujung Karang. Tepatnya di depan gerbang masuk salah satu perusahaan perkebunan di desa itu.
“Ada laporan dari masyarakat kendaran masuk areal perkebunan sawit. Warga curiga lalu menelpon,” ujarnya. Saat dicegat, kendaraan tersebut diketahui berplat dinas, diisi empat orang. Dikemudikan Arjun Sihombing, dibantu 3 lainnya yang ditengarai kurir BBM tersebut.
“Solar itu untuk bakar kebun, biasanya bakar kebun pakai solar. Ya ini yang kedua kali,” terang Simamora, di Polsek, kemarin.
Solar tersebut, tambahnya, dibeli dari pelabuhan pulau Baai dan akan dibawa ke areal perkebunan. Dia dan rekan-rekan hanya sebatas membawa solar tersebut. Atas pesanan pemilik kebun, yang juga bermarga Simamora, oknum pejabat di Dinas Kehutanan Pemkot Bengkulu.
“Yang punya lagi ke Jakarta,” terangnya.
Kalau distribusi solar itu untuk kepentingan pribadi tidak ada masalah. Namun, dipertanyakan bila kendaraan yang membawa adalah kendaraan dinas, yang semestinya dilarang. “Ya kita mempersoalkan kendaraan dinas itu, kalau beli solar di pelabuhan itu untuk keperluan industri, dan harganya lebih mahal dari harga umum,” pungkas Kapolsek. (122)