Angkasa Pura Kucurkan Rp 434 M

YouTube video

Bandara Fatmawati Bertaraf Internasional

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT Hutama Karya sebagai kontraktor melakukan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu. Kali ini, rencana pengelolaan Bandara Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu ke PT Angkasa Pura II juga sudah didepan mata.

Komitmen itu dibuktikan dengan hadirnya President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin ke Bengkulu untuk melakukan audensi bersama Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah di Gedung Daerah. Tak tanggung-tanggung, PT Angkasa Pura II sudah menyiapkan modal Rp 434 miliar untuk digelontorkan dalam pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menjadi bandara bertaraf internasional.

Untuk memulai pengembangan sendiri, PT Angkasa Pura II masih menunggu proses verifikasi aset bandara yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkue) dan Kementeriaan Perhubungan (Kemenhub). Ditargetkan, pada bulan Mei mendatang, penyerahaan pengelolahan itu sudah bisa dilakukan. “Kita berharap proses ini tidak melewati bulan Mei,” terang President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin dalam konfrensi pers di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu, kemarin (24/3).

Dikatakanya, verifiksi aset bandara yang dilakukan perhitungan oleh Kemenkue dan Kemenhub itu sangat penting. Sebab, dari hasil verifikasi itulah nantinya akan menentukan formasi perhitungan konsep kerjasama aset barang milik negara. Baik itu dalam menentukan kontribusi tetap, kontribusi bagi hasil kepada negara maupun untuk perhitungan dalam periode selanjutnya. Dengan telah diserahkan pengelolanya ke PT AP II nanti, maka pemerintah tidak lagi untuk menganggarkan pengembangan bandara tersebut. “Ini yang paling diprioritaskan saat ini,” ungkapnya.

Dari modal Rp 434 miliar yang akan digelontorkan oleh PT AP II itu, pengembangan bandara yang akan dilakukan seperti, perpanjangan runway atau landasan pacu pesawat. Sebab, saat ini kondisi landasan pacu hanya dengan panjang 2.250 x 45 meter. Tidak hanya itu, perluasan apron atau tempat parkir pesawat juga akan dilakukan, mengingat kondisi saat ini hanya bisa menampung 6 unit pesawat. “Beberapa pengembangan besar ini yang kita lakukan nantinya,” tutur Awaluddin.

Dengan sejumlah penembangan itu, tentunya akan membutuhkan lahan tambahan. Kondisi sekarang hanya 197 hektar dan akan diperluas menjadi 265 hektar. Untuk melakukan hal tersebut, PT AP II juga membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota dalam proses pembebasan lahan dan hal teknis lainnya. “Kita butuh dorongan dari pemerintah untuk melakukan proses percepatan itu,” tegasnya.

Awaluddin menegaskan, setelah proses penyerahaan pengelolahan itu dilakukan, tahap awal akan dilakukan yaitu dengan mengoprasikan terminal baru yang sudah dibangun oleh Kemenhub. Tentunya, Setelah beberapa fasilitas dan sarana pendukung lainnya itu selesai dilengkap. “Sesegara mungkin, terminal baru di bandara itu kita operasikan,” ujar Awaluddin.

Kemudian, sesuai dengan permintaan Gubernur Bengkulu, untuk menambah jalur penerbangan baru, hal tersebut bisa direalisasikan. Seperti penerbangan langsung ke Jogja, Sumatera Barat dan Bandung. Lalu penerbangan internasional ke Malaysia dan Singapura juga bisa direalisasikan. “Penerbangan baru ini bisa menjadi peluang maju untuk Bengkulu. Karena memang jalur penerbangan itu masih sedikit,” tuturnya.

Selain itu, Awaluddin mengatakan, Bandara Fatmawati Soekarno memang sudah layak naik menjadi bandara berkelas internasional. Pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno dipercaya akan menunjang pengembangan aksesbilitas dan konektivitas Provinsi Bengkulu. Jika dilihat dari laju pergerakkan penumpang di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, tahun 2018 mencapai 1,06 juta lebih penumpang.

Hal tersebut melewati, kapasitas terminal eksistingnya yang hanya 500 ribu penumpang per tahun. Kemudian dilihat dari pergerakan pesawat yang mencapai 9.751 pesawat per tahun dan 4.132 ton pergerakan cargo dari dan menuju Bengkulu. “Hal ini tentu menunjukkan ada prosepek yang cukup baik kedepan untuk Bengkulu,” beber Awaluddin.

Tidak hanya itu, Awaluddin juga meminta, agar laju penerbangan di Bengkulu semakin tinggi. Maka beberapa upaya pemerintah untuk menarik minat seseorang untuk datang ke Bengkulu juga penting dilakukan. Seperti pengembangan produk destinasi wisata juga penting untuk dilakukan. Potensi daerah, potensi budaya, event bisa terus didorong di Bengkulu. Jika hal ini tidak dilakukan, maka tentu bandara juga akan tetap bakal sepi.

“Pemerintah sudah pahal soal promisi ini. Hal ini tidak bisa dikerjakan sendiri, semua harus sama-sama melakukannya. Yakinlah kalau ini disinergikan, maka kemajuan Bengkulu itu akan terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, upaya pemindahaan pengelolahaan bandara ke PT AP II itu sudah lama digagas. Pemerintah pusat merespon cepat rencana tersebut, bahkan MoU kesepakatan pengelolahan antara Kemenhub dan PT AP II sudah dilakukan. “Hal ini sudah kita minta dengan Pak Presiden langsung dan belia mendukung cepat proses ini bisa dilakukan,” terang Rohidin.

Menurut Rohidin, dirinya sudah sampaikan dengan Presiden dan Kemenhub untuk segara memproses peresmian pengalihaan pengelolahan itu ke PT AP II. Termasuk untuk penambahaan jalur penerbangan bisa dilakukan di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. “Saya sudah minta, proses ini jangan terlalu lama,” ungkapnya.

Rohidin menyakini dengan berkembanganya Bandara Fatmawati Soekarno menjadi bandara kelas internasional maka pergerakan ekonomi Bengkulu akan cepat. Belum lagi nantinya ditambah dengan pembangan Jalan tol, rel kereta api dan pengembangan pelabuhaan Pulau Baai. “Infrastruktur pendukung ini bakal terkoneksi semua. Maka kita optimis, pergerakan ekonomi itu akan berjalan cepat,” pungkas Rohidin.

Terpisah, Pakar Ekonomi Universitas Bengkulu, Prof Dr Kamaludin MM mengatakan, dengan adanya optimalisasi bandara Fatmawati Bengkulu menjadi bandara internasional maka akan meningkatkan wisatawan berkunjung ke Bengkulu. Sehingga, jika wisatawan ingin berkunjung ke Bengkulu, mereka tidak perlu lagi harus melakukan penerbangan melalui Jakarta. Tetapi dapat langsung melakukan penerbangan ke Bengkulu. “Dengan dijadikannya Bandara Fatmawati menjadi Internasional maka kunjungan wisata akan meningkat,” kata Kamaludin, kemarin (24/3).

Selain itu, Ia menilai optimalisasi bandara Fatmawati Bengkulu menjadi bandara internasional akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Masyarakat Bengkulu. Selain itu, Bank Indonesia juga telah memproyeksi dengan meningkatnya infrastruktur Bandara Fatmawati Bengkulu maka akan menyumbangkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,23 persen.

“Bandara merupakan sebuah infrastruktur penting bagi pariwisata karena keberadaan bandara diharapkan ada multiply effect secara ekonomi,” ungkap Kamaludin.

Lebih lanjut, Ia berharap Pariwisata Bengkulu harus bisa menjadi destinasi alternatif setelah Pulau Bali. Hal ini mengingat banyak destinasi wisata yang cukup baik dan lebih bagus dari Bali di Bumi Rafflesia ini. “Angkasa pura harus mampu membawa Bengkulu sebuah destinasi wisata baru mendekati Bali,” tutupnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti SE MT mengatakan, pariwisata Bengkulu menawarkan banyak keindahan, bahkan lebih baik dari pada wisata di Pulau Bali. Hanya saja pariwisata di Bengkulu belum dikemas secara baik. Untuk itu, dengan beralihnya bandara Fatmawati ke Angkasa Pura maka diharapkan Pariwisata bisa dikemas dengan baik sehingga banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Bengkulu.”Kita harus kemas wisata di Bengkulu semenarik mungkin, bisa dengan brosur maupun ditampilkan disetiap majalah penerbangan. Jadi banyak orang tau dan tertarik ke Bengkulu,” kata Nopian.

Selain menyebarkan brosur disetiap maskapai penerbangan, pihaknya berharap seluruh pihak bisa ikut memajukan pariwisata di Bengkulu. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu ikut mempromosikannya di media sosial serta bersikap ramah kepada seluruh wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu. Sehingga para wisatawan akan betah berada di Bengkulu.”Kita harus bersama-sama memajukan pariwisata di Bengkulu, kalau bukan kita siapa lagi,”
tutupnya.(999/151)