Anggaran Rumdin Dinilai Wajar

Suimi Fales SH MHBENGKULU, BE – Miliaran rupiah APBD yang digelontorkan untuk rumah dinas (Rumdin) Walikota dan Wakil Walikota dinilai anggota DPRD Kota Suimi Fales SH MH, masih dalam batas kewajaran.  Pasalnya, kata dia, jumlah anggaran tersebut ditetapkan sebagai anggaran selama setahun penuh. “Biaya itu bukan hanya untuk pengadaan, namun juga pemeliharaan. Dan penetapan anggaran itu sudah melalui kajian. Dahulu sebelum kita tetapkan, kita sudah menghitung berapa kebutuhan dan anggaran yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan Rumdin itu. Dan itu berlaku setiap tahun,” kata Suimi saat diwawancarai, kemarin.
Dijelaskannya, bila misal anggaran yang diperuntukkan bagi ranjang sebesar Rp 130 juta, maka tidak serta merta dana itu dihabiskan untuk pengadaan ranjang baru.  Namun, dipaparkan Suimi, bila ada situasi luar biasa yang mengakibatkan ranjang tersebut rusak, maka anggaran tersebut bisa dipakai untuk membeli ranjang baru.
“Misal juga untuk anggaran televisi yang besarnya sampai Rp 107 juta, ini tidak serta merta harus habis dipakai. Ini bisa dipakai misalnya saja televisinya meledak karena disambar petir. Maka prediksi selama setahun kebutuhan anggarannya ya sedemikian itu dengan segala kemungkinan yang terjadi didalamnya. Kan tidak mungkin bila ada kejadian luar biasa yang mengakibatkan ranjang, lemari, televisi, singkatnya perangkat Rumdin ada yang rusak, terus kita biarkan dulu sambil menunggu APBD Perubahan dibahas,” jelasnya.
Pun demikian, Suimi menegaskan bahwa kepala daerah tidak boleh menggunakan anggaran tersebut untuk tujuan mark up ataupun bentuk manipulasi lainnya. Pemerintah daerah yang jujur, tandasnya, akan memanfaatkan anggaran itu dengan tepat dan akan mengembalikan bila dana itu bersisa.
“Sebab, sekali lagi, dana itu kan plafonnya untuk setahun anggaran. Tidak semua harus dipakai dan diboroskan. Jangan sampai ranjang cuma rusak sedikit lantas langsung mau beli baru. Atau anggaran untuk televisi seharusnya tidak perlu dipakai tapi dengan alasan untuk beli kabel, beli antena, langganan indovision dan lain-lain akhirnya dana itu dihabiskan tanpa bersisa,” ujarnya.
Sementara tokoh masyarakat Bengkulu, Ir Usman Yasin MSi mengatakan, walikota dan wakil walikota harus transparan dengan berapa besarnya anggaran yang digunakan untuk Rumdin tersebut.  “Walikota hendaknya mempublikasikan penggunaan anggaran Rumdin tersebut,” ujarnya.
Usman juga berpendapat merupakan hal yang wajar bila seorang kepala daerah yang baru menggunakan fasilitas yang baru.
“Kalau kita kaji bersama, tidak mungkin kan seorang walikota dan wakil walikota menempati tempat tidur bekas pemimpin sebelumnya.  Jangankan walikota, masyarakat biasa saja pada umumnya tidak mau seperti itu.  Tapi perlu dilihat dari segi APBD, kita belum begitu memadai. Kemudian jangan sampai fasilitas yang dipakai ataupun diberikan itu sangat mencolok. Saya rasa dengan kendaraan dinasnya yang hanya berupa mobil Innova, maka apa yang dilakukan oleh Helmi Hasan sudah baik. Karena untuk kendaraan dinas Wakil Bupati Kepahiang saja itu jenis Fortuner yang harganya ratusan juta.  Saya harap ini dapat jadi masukan dan bahan pertimbangan untuk semuanya,” pungkasnya. (009)