Anggaran Perawatan Mobil PBK Minim

petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran di Tais

TAIS, Bengkulu Selatan – Wajar saja bila petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBJK) datang terlambat. Tiba di lokasi kebakaran disaat rumah sudah ludes dilalap api, sebagaimana kebakaran yang terjadi pada rumah Jasman (47), Kepala Puskesmas. Hal itu disebabkan anggaran perawatan mobil PBK yang sangat minim, tak mencukupi untuk memperbaiki kerusakan dan membiayai kebutuhan operasional mobil PBK tersebut.
Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Pemda Kabupaten Seluma Hadi Sanjaya SH melalui Kepala Bidang Pemadam Mulyadi SPd kepada BE saat diwawancarai di ruang kerjanya kemarin (6/7) menuturkan, kendaraan PBK tahun 2015 masih sehat. Hanya saja kendaraan PBK tahun 2013 BD 8018 PY sudah rusak, meliputi rem blong, pengapian, pompa air, serta as pen roda depan mobilnya rusak.

”Ini tidak lain akibat minimnya anggran pemeliharaan,” katanya.
Beruntung, kerusakan kendaraan PBK yang sempat terjadi satu bulan ini saat ini telah diperbaiki. Kendaraan PBK BD 8018 PY tersebut ditempatkan di Tais saja. Dengan segala pertimbangan yang matang.
Alasan lainnya keterlambatan kendaraan PBK ini juga disebabkan oleh tidak adanya Call Center PBK. Jadi wajar saja setiap kejadian kebakaran di kabupaten Seluma tim PBK telat sampai di lokasi kejadian.

Disamping itu, setiap akan turun ke lokasi kebakaran kendaraan PBK juga disibukkan dengan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM). Beruntung jika ada ketersediaan BBM di SPBU. Jika tidak maka dipastikan kendaraan PBK akan kewalahan dalam pengisian BBM sebagai oprasional menuju lokasi kebakaran.
Mulyadi menerangkan lagi, empat unit kendaraan PBK yang sudah ada telah di tempatkan di empat daerah pemilihan (dapil), seperti pada dapil I berada di Tais, Dapil II berada di Air Periukan, Dapil III berada di kecamatan Talo dan dapil IV berada di Semidang Alas(SA).

Ironi yang terjadi lokasi penempatan kendaraan PBK ini belum terlindungi. Mobil PBK diparkirkan di areal terbuka, hanya di tutup dengan terpal semata. Hanya di kecamatan Air Perukan dan Tais tempat penyimpanan kendaraannya di tempat teduh. Selebihnya selalu kepanasan dan di guyur hujan. Sehingga wajar saja mengalami kerusakan.

Menurutnya, perawatan dan pemeliharaan kendaraan PBK ini haruslah bisa dianggarkan setiap tahunnya. Karena seluruh kendaraan PBK ini di beli dengan harga sangat mahal. Bahkan untuk pembeliannya haruslah dipesan secara khusus, begitu juga dengan kebutuhan peralatan oprasional maupun untuk perawatannya.

“Jika tidak dianggarkan jelas kendaraan yang ada semakin rusak dan akan semakin banyak anggaran diperlukan untuk perbaikannya nantinya,” imbuhnya. (333)