Anggaran Dukcapil Dipangkas Sepihak

ATAIS, BE – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Seluma H Hercules Jeraim SH kecewa berat. Pasalnya, sejumlah usulan anggaran kegiatan yang telah disetujui anggota DPRD, tapi kemudian di dalam RKA kegiatan yang hasil veritifikasi gubernur dicoret oleh DPPKAD.
Diantara mata anggaran yang dicoret, yakni pembayaran honor petugas yang melakukan pendataaan terhadap warga yang belum mempunyai Nomor Induk Keluarga (NIK), pembayaran beban pekerjaan serta pengadaan kendaraan dinas. “Ini merupakan sebuah bentuk kehebatan dari DPPKAD Seluma yang bisa mencoret-coret usulan  setiap SKPD yang nyata-nyata telah disetujui DPRD dalam pembahasan,” keluh Hercules Jeraim.
Dikatakan Hercules, pemotonggan itu sangat tidak beralasan. Mengingat beberapa akhir terakhir, Dukcapil disibukkan dengan banyaknya warga Seluma yang belum memiliki NIK serta tak terdaftar paada DPT, sehingga jajarannya melakukan veritifikasi dan perbaikan data dengan mendatangi satu persatu. Sementara jika hanya mengharapkan kinerja PNS, maka Dukcapil tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan tutas.
“Sedikitnya yang bergadang malam hari tersebut ada 5 orang honorer yang bertugas untuk perbaikan DPT tersebut dan mereka kita gaji,” tegasnya.
Sayangnya, terkait masalah tersebut, Kepala DPPKAD Seluma Irihadi belum dapat dimintai keterangannya. Sehingga klarifikasi terghadap klaim pejabat Dukcapil soal pencoretan anggaran secara ilegal itu belum diperoleh.

Peralatan Rusak
Akibat anggaran dicoret itu, Dukcapil Seluma akan akan mengalami kendala dalam memberikan pelayanan. Mengingat sejumlah peralatan perekaman KTP-E yang telah di lakukan di 10 kecamatan mengalami kerusakan. Sehingga tidak bisa melakukan perekaman serta pengiriman data, setelah server yang ada juga mengalami kerusakan. Bahkan dari beberapa kecamatan yang mengalami kehilangan kamera. Secara pasti pelayanan di beberapa kecamatan ini terhalang.
“Laporan kerusakan ini telah masuk, sehingga kita masih menunggu teknisi dari jakarta langsung, mengingat sampai sekarang belum ada teknisinya,” sampainya. (333)