Anak Tunggal, Ingin Jadi Dokter

Rizki dan keluarga UN tertinggiRizki Akbar Nuryana berhasil mencatatkan diri sebagai peringkat 1 dalam peraih nilai Ujian Nasional (UN), untuk siswa tingkat SD. Anak tunggal pasangan Ir. Ahyan Endu dan Nurma wati ini, satu 1 dari 5 siswa SDN 5 kota Bengkulu yang berhasil mendapatkan nilai terbaik.

Seperti apa kegembiraan Guru, Orangtua dan Riziki sendiri atas prestasi membanggakan ini?
Berikut laporannya

================================================================

Fitriani, Bengkulu Ekspress
=================================================================

Rumah minimalis, berpagar hitam beralamatkan di Jalan Citarum 2 No. 31 terlihat sepi saat BE menyambanginya. Kesepian itu pun pecah, ketika Hj. Idawati tetangga Ir. Ahyan Endu dan Nurma Wati (orangtua Rizki) memanggil-manggil nama Rizki. Tak berapa lama pun terlihat, Nurma membuka pintu dan menanyakan kedatangan kami.
“Ada apa Bu? Kenapa dengan Rizki,” tanyanya.
Usai mendapatkan keterangan dari Idawati rona bahagia dan tidak percaya terpancar dari wajah ibu Rizki Akbar Nuryana, bahwa anaknya meraoh nilai UN terbaik. Perempuan asal kabupaten Kaur ini bahkan memeluk erat Idawati, yang juga selaku guru privat Rizki. Ketika wartawan koran ini memperlihatkan Dakolnun yang dikeluarkan oleh Dispendik Provinsi, anaknya meraih nilai tertingi, rona bahagia terpancar dari wajah Nurma. Usai membaca lembaran itu, Ibu yang sehari-hari berjilbab ini langsung mengucapkan terimakasih kepada Idawati.
“Ini benaran Bu, Rizki rangking 1. Alhamdulilah terimakasih ya bu,” ucap Nurma.
Tak lama kemudian, Nurma pun langsung memanggil anak kesayangannya itu yang ada didalam rumah. Nurma pun meminta anaknya untuk melaksanakan Salat Dhuhur dan mengucapkan syukur kepada Allah. Sembari meminta waktu sebentar untuk memberitahukan Suaminya, Ir. Ahyan Endu yang sedang bertugas sebagai Kepala Dinas Pertambangan (Hutbang) Kabupaten Kaur.
Nurma mengaku tak mempunyai firasat apa-apa dengan kejutan ini, akan tetapi, dia yakin scoring ulang LJK yang dilakukan Dispendik menguntungkan anaknya. Karena dari hasil telaahnya bersama dengan Idawati, anaknya mendapatkan nilai 10 dari mata pelajaran matematika.¬† “Alhamdulilah, berarti benar hasil koreksi Bu Ida,” ungkapnya.
Beruntung, Keluarga rizki bertetangga dengan Hj Idawati. Sedari kecil, Idawati selalu menjadi guru private Rizki di rumah. Bahkan Rizki tak pernah lupa akan rutinitas belajarnya itu. Belajar dari pukul 19.00-21.00 wib dilakukannya setiap hari.
“Rizki anak yang pintar. Dia sangat tekun belajar. Tak hanya itu, Rizki juga mendapatkan dukungan dari kedua orang tuanya,” ungkap Idawati. Tak hanya itu, Rizki juga dikenal sangat rajin sembahyang 5 waktu.

Dokter
Berbicara tentang cita-cita, Rizki yang masih polos ini mengaku sangat ingin dokter. Cita-cita itu ingin sekali diraihnya untuk membanggakan orang tuanya. Bahkan dia tidak meminta hadiah apapun atas prestasi yang diraihnya itu. “Rizki ingin jadi dokter,” ujarnya singkat.
Tak hanya menjadi juara Kelas, Rizki juga pernah tercatat menjadi juara olimpiade Matematika yang diselenggarakan oleh Universitas Bengkulu. (**)