Anak Tak Mau Pulang, Baju Sekolah pun Ikut Tertimbun

Melihat Nasib Korban Tanah Longsor Sukamerindu

RIO-BALITA DAN IBU KORBAN TIMBUNAN LONGSOR JALAN LOMBOK (5)Bencana tanah longsor yang terjadi di Jalan Lombok RT 05/06 Sukamerindu pada Senin (4/2) malam sekitar pukul 20.00 WIB, menyisakan luka tersendiri untuk keluarga Sugiono.   Bahkan anak bungsunya Raguel Fanesa Geovani, sempat tertimbun longsor,  namun masih bisa diselamatkan.  Bagaimana keadaan mereka pasca kejadian tersebut?  Berikut laporannya;
                                                                                                                                                                                                      

ARI APRIKO

Kota Bengkulu       

                                                                                                                                                                   

RIO-EVAKUASI KORBAN LONGSOR JL LOMBOK (5)SELASA pagi warga RT 05/05 Sukamerindu bergotong royong membantu keluarga Sugiono untuk mengevakuasi motor Supra Fitnya yang tertimbun material longsor yang terjadi Senin (4/2) malam.  Setelah sekitar satu jam mereka membongkar tumpukan tanah dan dan material pondasi yang menimbun motor, akhirnya motor tersebut bisa dievakuasi dengan kondisi rusak parah.

Menurut cerita istrinya Eva Rostanti (38) sebelum kejadian tersebut Sugiono sempat membersihkan motornya disamping bedengan tempat mereka tinggal. Setelah dibersihkan, motor tersebut ia biarkan saja disamping.  Naasnya sekitar pukul 20.00 WIB diduga karena tidak kuat menahan debit air yang tinggi pondasi tebing yang ada di samping bedengan tersebut ambruk dan menimpa motor dan sisi sebelah kiri bedengan tersebut.  Naasnya lagi anak bungsu korban pun ikut tertimbun material.

RIO-KONDISI KERUSAKAN RUMAH KORBAN LONSOR JL LOMBOK (3)“Raguel benar-benar tertimbun, namun bapaknya terus mencari dengan menggeser batu-batu yang menutupinya,” cerita Eva.
Setelah diselamatkan, Raguel sempat menangis bahkan sempat berujar dengan ibunya “masih hidup aku Mi”.  Setelah dilakukan perawatan disalah satu klinik seorang bidan yang tidak jauh dari lokasi, Raguel pun tak mau pulang ke rumah karena trauma.

Setelah dibujuk sang ibu dengan iming-iming melihat kucing kesayangannya apakah masih hidup atau tidak, akhirnya Raguel mau pulang.  Namun trauma masih menyelimuti Balita yang berusia 3,5 tahun ini. Terlihat dari raut muka serta ia tidak pernah mau dilepaskan dari gendongan ibu maupun kakak-kakaknya.

Selain mengakibatkan trauma, Raguel juga mengalami memar di bagian badannya serta lecet pada kaki sebelah kanannya.  Sementara itu ketiga kakak Raguel, tidak bisa sekolah karena semua bajunya dan peralatan sekolah mereka ikut tertimbun.  Selain itu mereka juga harus merelakan satu unit hp dan komputer kesayangan mereka menjadi korban timbunan longsor tersebut.
“Mereka tidak bisa sekolah karena peralatan mereka semuanya tertimbun,” terang Eva.

RIO-EVAKUASI KORBAN LONGSOR JL LOMBOK ---(3)

Selain menimbun beberapa barang berharga milik Sugiono, longsor tersebut juga menimbun satu kandang hewan ternak mereka yang berada disamping bedengan tersebut.  Meskipun kerugiannya belum bisa dihitung, namun pemilik tanah yang longsor mempunyai itikad baik untuk mengganti semua kerugian yang dialami Sugiono termasuk memperbaiki rumah kontrakan tersebut.  Dan menurut Sugiono, meraka akan mencari kontrakan baru untuk dijadikan tempat tinggal mereka. (**)