Anak Punk Buat Surat Pernyataan

foto berita 5 anak ditangkap 2
APRIZAL/Bengkulu Ekspress
Lima anak jalanan saat diinterogasi oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bengkulu Utara, Made Astawa di ruang tahanan kantor Satpol PP Bengkulu Utara, kemarin (13/9).

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Akibat meresahkan masyarakat, lima anak jalanan bergaya punk Kamis (13/9) pagi sekitar pukul 09.00 WIB diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bengkulu Utara (BU).

Kelima anak punk ini berasal dari berbagai daerah, dua diantaranya berasal dari Ketahun berinisial Dl (14) dan Kuro Tidur Rf (18) Kabupaten Bengkulu Utara. Sedangkan tiga orang lagi berasal dari Payakumbuh, Sumbar berinisial Ra (18), Lubuk Linggau berinsial Tr (22) dan Prabumulih berinsial My (17).

Mereka diamankan di kawasan Pasar Purwodadi, Kecamatan Arga Makmur Bengkulu Utara. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bengkulu Utara, Made Astawa, ketika ditemui Bengkulu Ekspress mengatakan, razia ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang sudah resah dengan kehadiran anak punk.

“Mereka ini kehadirannya sudah membuat resah masyarakat. Berdasarkan laporan inilah kami melaksanakan razia,” kata Made.

Menurut Made, setelah diamankan, mereka hanya diminta membuat surat perjanjian tidak akan berkeliaran di daerah Kabupaten Bengkulu Utara. Apabila mereka masih tetap berkeliaran di Bengkulu Utara, maka akan ditahan dan diserahkan ke Dinas Sosial.”Hari ini mereka kita bebaskan, dengan satu syarat membuat surat pernyataan diatas materai,” ujarnya.

Di sisi lain, Indra Gunawan, ayah dari seorang anak punk yang berasal dari Ketahun. Datang ke kantor Sat Pol PP Bengkulu Utara untuk menjemput anaknya. Indra mengaku mengetahui anaknya ditangkap dari foto yang dikirim oleh salah seorang temannya melalui WhatsApp.

“Saya tahu bahwa anak saya dari teman yang mengirimkan foto,” ungkapnya. Lebih lanjut Indra menyampaikan bahwa dirinya selaku orang tua sudah melakukan yang terbaik dengan memasukan ke sekolah pasantren.



“Memang dasar anak saya bandel pak, sudah 5 sekolah pesantren saya masukkan, tetapi tetap tidak mau sekolah,” terangnya. Dari kejadian ini, Indra Gunawan sangat berterimakasih kepada Sat Pol PP Begkulu Utara yang sudah melakukan penertiban.

“Alhamdulilah lah pak, memang harus ditertibkan. Memang komunitas ini sangat meresahkan masyarakat,” pungkas Made.(cw1)