Anak Penjual Lontong Raih Nilai UN Tertinggi

Bakti/Bengkulu EkspressPeraih nilai UN SD tertinggi, Lidia Renata Desvita (kiri) saat foto dengan Kepala SD Negeri 1 Benteng, Nurhayati MPd (kanan), kemarin (13/6).

Ingin Membahagiakan Orang Tua dan Bercita-cita jadi Polwan

PERASAAN bangga bercampur gembira dirasakan Lidia Renata Desvita ketika selembar kertas pengumuman kelulusan dibuka. Anak perempuan berparas cantik, berkulit putih, tinggi dan berhidung mancung ini berhasil menjadi juara UN di Bumi Maroba Kite Maju. Putri kedua dari 4 saudara ini berhasil meraih nilai akhir (NA) tertinggi dari total 2.047 orang peserta yang tersebar di 92 SD dan 14 MI.

“Lidia berhasil mendapatkan NA 288,2 dan nilai rata-rata tertinggi, yakni 96,1,” kata Kepala SD Negeri 1 Kabupaten Benteng, Nurhayati MPd.

Prestasi gemilang ini merupakan suatu berkah saat momentum peringatan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah/2019 Masehi. Perempuan yang merupakan anak dari penjual lontong sayur ini juga memiliki segudang prestasi, khususnya bidang akademik.

Untuk diketahui, Lidia tercatat sebagai salah satu pelajar yang berhasil menyabet juara pertama lomba mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saat O2SN tingkat Kabupaten Benteng beberapa waktu lalu.”Di bidang olahraga memang tak begitu terlihat. Tapi, dibidang akademik, Lidia selalu menjadi juara kelas,” tambah Nur.

Selama menempuh pendidikan dan bergaul dengan sesama temannya, Lidia juga dikenal baik, ramah dan rajin. “Di sekolah juga mudah bergaul dan sopan terhadap guru serta orang tua,” ungkap Nur. Diungkapkan Nurhayati, prestasi gemilang juga berhasil diraih oleh 2 (dua) orang pelajar SDN 1 Kabupaten Benteng tahun 2019 ini. Selain Lidia, posisi tertinggi ke-2 (kedua) dan ke-3 (ketiga) juga berhasil diborong SDN 1 Kabupaten Benteng. Yakni, Aldi Dwi Anugrah yang mendapat nilai akhir 285,8 dan Diva Viki Putri Putri yang meraih nilai akhir 285,8.

Keberhasilan ini tentu saja tak terlepas dari sumbangsih para guru yang telah bekerja keras dalam mendidik dan mengajar siswa dengan sepenuh hati. Selain itu, antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) serta pelajaran tambahan juga menjadi faktor pententu kesuksesan.

“Dari 10 besar peraih UN tertinggi, urutan pertama, kedua dan ketiga berasal dari SD Negeri 1 Benteng,” tandas Nur.
Ditemui usai menerima lembaran hasil kelulusan, Lidia tampak senang dan senyum merona. Disela-sela kegembiraannya, Lidia mengungkapkan bahwa resep keberhasilannya adalah belajar keras dan giat.

Meskipun tak mengikuti kegiatan bimbingan belajar diluar, Lidia yang tinggal di Dusun 1 Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat ini membuktikan tekat kuat dirinya untuk membahagiakan sang ibu yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah. Sebab, sang ayah tercinta telah dahulu dipanggil menghadap sang pencipta. “Hanya belajar di sekolah dan di rumah saja. Saya ingin menjadi Polwan (polisi wanita),” tegas Lidia lantang.(***)