Anak Bengkulu Juara Sempoa Internasional

Ist/BE
Syakirah Alya Qhairiyah Nazhifa, siswi SDIT IQRA’ 2 Kota Bengkulu. Anak Bengkulu ini berhasil menyabet juara 3 international lomba Sempoa Abacus King Competition 2020, yang diselenggarakan Abacus King International Abacus Mental Arithmetic, di Taiwan.

BENGKULU BE – Prestasi gemilang diraih Syakirah Alya Qhairiyah Nazhifa, siswi SDIT IQRA’ 2 Kota Bengkulu. Anak Bengkulu ini berhasil menyabet juara 3 international lomba Sempoa Abacus King Competition 2020, yang diselenggarakan Abacus King International Abacus Mental Arithmetic, di Taiwan.

Kepala SDIT IQRA’2 Kota Bengkulu Muhyiddin melalui Humas Syukran menuturkan kepada BE, “Ini prestasi luar biasa, selamat pada ananda, yang berhasil menorehkan prestasi yang mengharumkan Indonesia dan Provinsi Bengkulu di kancah sempoa tingkat internasional. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya.”

Untuk mendapatkan prestasi tersebut, tantangan yang dihadapi putri dari pasangan Syahril dan Lisnaini itu tidaklah mudah. Terlebih dahulu Zhifa sapaan akrab Alya Qhairiyah Nazhifa harus melalui seleksi dan tahapan yang ketat. Seperti mengikuti seleksi ajang tingkat Sumatera. Gadis kecil yang akrab disapa zhifa pun berhasil ditingkat sumatera. Atas keberhasilannya itu zhifa melenggang ke tingkat internasional mewakili Indonesia bersama peserta lainnya.

“Dari kompetisi itu kemudian lanjut ke nasional, berhubung pandemi covid-19 pelaksanaan nasional tertunda dan lanjut ke internasional,” imbuhnya.

Untuk mekanismenya, para peserta dibagi beberapa grup. Zhifa masuk dalam group B (usia 7 th). Setiap grup, peserta harus bersaing dengan peserta dari negara lain yang memiliki kemampuan cukup diperhitungkan.
Ditengah pandemi covid-19, pelaksanaan lomba berskala internasional dilakukan secara serentak melalui aplikasi zoom pada minggu 20 Desember 2020. Supaya bisa mengharumkan nama Bengkulu, zhifa berusaha belajar dan mengasah kemampuan dengan rajin berlatih aritmatika.

“Melalui pendampingan dari sekolah, suport orang tua serta terus mengikuti bimbel guna meningkatkan kemampuan berhitung,” bebernya.

Dari situlah kemampuannya Zhifa terasah. Pasalnya, dalam kompetisi ini selai ketelitian juga membutuhkan kecepatan dalam menghitung.

“Kuncinya disiplin waktu, yaitu tertib dalam waktu belajar,” ungkapnya.

Walau ditengah Pandemi yang saat ini lebih banyak belajar lewat daring, dan banyak di rumah kedisiplinan tetap diterapkan zhifa. Dia pun sangat menikmati belajar aritmatika di rumah. (247)