Anak 5 Tahun Dikeluarkan Sekolah Setelah Tendang Wajah Gurunya

Logan_Steed_besarWAJAH imut dan senyum manis Logan Steed akan membuat siapapun yang melihatnya menjadi gemas. Namun siapa sangka cacatan sekolah anak berusia 5 tahun asal Witham, Essex Inggris ini menunjukkan hal sebaliknya. Dia telah diskors empat kali di tahun pertamanya sekolah hingga akhirnya dikeluarkan dari sekolah.

Tingkahnya di sekolah tergolong “luar biasa” jika dibanding teman-temannya sebayanya. Siswa tingkat 5 tahun Powers Hall School itu ternyata kerap mencuri, melempar-lempar peralatan sekolah, menggigit temannya. Bahkan, suatu saat teman-teman sekelasnya harus dievakuasi dari ruang kelas agar terhindar dari tingkahnya.

Logan tidak hanya berani dengan teman-temannya. Dia juga tidak jarang berulah dan melakukan kekerasan terhadap staf sekolah. Ya, misalnya menggigit, memukul dan menendang. Saat staf sekolah pun biasanya berusaha memeluk dan memegangi lengan Logan untuk meredam amukannya.

Kesabaran pihak sekolah akhirnya habis setelah Logan nekat menendang wajah gurunya yang sedang menunduk di kursinya. Setelah peristiwa tersebut, pihak sekolah pun memutuskan untuk mengeluarkan anak berambut pirang itu dari sekolah.

“Staf dan murid-murid sekolah kami layak untuk bekerja dan belajar di tempat yang aman. Keputusan mengeluarkan Logan (dari sekolah)tidaklah enteng dan diambil dengan sangat sedih,” kata kepala sekolah Claire Edwards.

Namun kedua orang tua Logan membela anaknya. Ayahnya, Cameron Steed mengaku perilaku anaknya di rumah sangat baik dan penurut. Katanya, puteranya adalah anak yang bahagia dan sopan. “Saya heran mengapa anak seumur itu bisa memberikan banyak ancaman di sekolah. saya benar-benar tidak mengerti,” ujarnya Cameron.

“Di rumah, kami tidak pernah melihat Logan berperilaku seperti yang dikatakan pihak sekolah. Sekarang dia adalah anak pintar yang dibuang,” imbuh ibunya Laura.

Kini Logan bersekolah di sekolah khusus dan mendapat perhatian khusus dari beberapa guru. Tapi kedua orang tua Logan percaya bahwa Logan nantinya akan tetap bisa berskolah di sekolah umum dan bersosialiasi dengan teman-temannya seperti biasa. (dailymail/mas/jpnn)