Amdal Tol Bengkulu-Lubuklinggau Segera Rampung

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Analisis Dampak Lingkungan ( AMDAL ) proyek jalan tol Bengkulu menuju Lubuklinggau, Sumatera Selatan, segera rampung. Hal itu diungkapkan kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu, Sorjum Ahya, saat memimpin rapat komisi Amdal di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (3/7).

Dikatakan Sorjum, terkait dengan pembangunan jalan tol Bengkulu – Lubuklinggau, rapat komisi Amdal ini dihadiri bupati dan wakil bupati dari kabupaten yang nanti dilintasi jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau, beserta OPD terkait di provinsi maupun kabupaten.

“Kita minta semua masyarakat yang terlibat untuk memberikan tanggapan masukan atau saran terhadap eh dokumen amdal yang sudah disusun oleh konsultan berdasarkan kontrak yang telah ditunjuk,” ujar Sorjum Ahya kepada Bengkuluekspress.com saat diwawancarai usai
rapat, Rabu (3/7).

Lanjut Sorjum, sudah diambil kesimpulan ada beberapa masukan yang harus dilaksanakan perbaikan terhadap dokumen yang ada. Sekaligus sudah disepakati dapat dilanjutkan untuk ditetapkan menjadi dokumen lingkungan dalam pelaksanaan pembangunan jalan tol Bengkulu.

“PT. Hutama Karya tadi kita mintakan sebagai pihak prakarsa untuk membentuk tim penyusun untuk menyelesaikan perbaikan dokumen berdasarkan hasil rapat hari ini maupun sebelumnya. Dua minggu dari berita acara penyelesaian pada rapat komisi kita pada hari ini untuk perbaikan. Setelah itu, kita ajukan konsultasi diumumkan kemudian untuk ditetapkan sebagai dokumen lingkungan. Untuk pembangunan jalan tol di wilayah Provinsi Bengkulu, dapat dimulai akhir Juli atau selamabatnya awal Agustus sesuai harapan Pak Gubernur,” pungkasnya.

Kepala Proyek Jalan Tol PT Hutama Karya, Sri Hastuti mengatakan, dilakukan secepatnya untuk dokumen Amdal ini.

“Insya Allah kita akan memperbaiki. Kami sudah minta ke konsultan yang menyiapkan dokumen itu secepatnya. Karena penetapan lokasi sendiri sudah diterbitkan pada 28 Juni lalu,” ungkapnya.

Semuanya bergerak simultan, lanjut Sri, PT. Hutama Karya juga tinggal menunggu surat dari Kementerian LHK untuk ke BPN, seperti yang tadi dijelaskan sebelumnya. Agar terus cepat bergerak tidak ada yang tertunda semua berjalan secara beriringan sesuai dengan permintaan Gubernur Bengkulu untuk groundbreaking (Peletakan batu pertama) dimulai akhir Juli ini.

”Dari berita acara yang diberikan tadi untuk selambatnya memperbaiki dokumen Amdal, kami mintak pihak konsultan agar dalam waktu satu Minggu kedepan menyelesaikannya.
Diharapkan dapat segera terealisasi. Artinya dengan ground breaking itu pun harus ada penuh harus ada amdalnya juga sudah selesai, karena kegiatan kami tidak akan bisa jalan kalau amdal ini belum disetujui,” tutupnya. (HBN)