Alsintan di Seluma Diduga Diperjual Belikan Oknum

ilustrasi

ILIR TALO,BE– Alat mesin pertanian (Alsintan) yang diperuntukan bagi Kelompok Tani (Poktan) Desa Nanti Agung, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma diduga diperjualbelikan oleh oknum perangkat desa. Alansintan tersebut yakni mesin air, dua mesin perontok padi dan tiga handtraktor yang semuanya bantuan dari Kementerian Pertanian tahun 2019.

“Alibinya alsintan hilang dan tidak tau lagi keberadaanya. Padahal sudah di jual belikan oleh perangkat desa dan kades,”tegas anggota kelompok tani, Tarminudin (45)

Diceritakan, alsintan tersebut belum digunakan oleh poktan. Walau sebenarnya alsintan tersebut diperuntukan untuk poktan tapi tidak pernah diserahterimakan. Begitu diterima, ada sebagian dari alsintan tersebut langsung dijual.

“Sekalipun kami belum merasakan manfaat dari alsintan tersebut. Mungkin kalau alsintan tersebut diserahkan ke kami, sudah sejahtera kami ini,” kata Tarminudin.

Hal senada juga disampaikan Samsul (43). Menurut Samsul jika alsintan tersebut diserahkan ke poktan, maka dipastikan hasil pertanian yang dikelola petani akan meningkat. Namun ini jangankan menggunakan alat tersebut, diserahterimakan tidak pernah.

“Kami sebagai orang awam ini paham, kalau alat tersebut untuk kami. Mendapatkannyapun karena poktan yang kami bentuk. Tapi kami tidak pernah merasakan manfaat tersebut, karena telah di jual,” jelas Samsul.

Pihak lainnya Jansen (30) juga menyampaikan yang saat ini juga menjadi keluhan masyarakat adalah jembatan gantung sentra pertanian yang melintasi Air Talo. Jembatan ini baru berumur tujuh bulan, tapi telah mulai rusak dan membuat takut warga yang melintas.

“Sebulan lalu masalah jembatan ini telah kita laporkan ke Polres Seluma. Tapi belum ada tindaklanjutnya,” ucap Jansen.

Ditambahkan lagi, jika jembatan gantung Air Talo ini diserahterimakan pada awal tahun lalu atau Januari 2020 lalu. Panjang jembatan tersebut 87 meter dengan anggaran Rp 625 juta yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD) 2019.

“Kami harap pihak Polres Seluma dapat memproses laporan yang telah kami sampaikan. Karena kami nilai pembangunan jembatan ini terkesan asal jadi, sehingga belum setahun jembatan ini mulai rusak,” harapnya.

Hanya saja, ketika dikonfirmasi kepada mantan kades Sipintir SSos belum berhasil kerena nomor ponselnya tidaklah aktif dan kediamnya tidak ada orang. Begitu juga perangkat desa lama yang tidak bersedia ditemui (333)