Alquran Bukan Dibakar

Quran dibakar
RIZKY/Bengkulu Ekspress
Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Arefaldi Warganegara SH SIK menunjukkan posisi asbak rokok yang berada di atas tumpukan Al-Qur’an dan buku agama tersimpan di rak kayu, kemarin (2/9).

ARMA JAYA, Bengkulu Ekspress – Kasus terbakarnya Alquran, buku Juz Amma, Iqra’ serta buku tahlil di Musala Al-Ikhlas Desa Pagar Banyu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara (BU) hampir bisa dipastikan bukan disengaja. Diduga kuat terbakar karena puntung rokok menyambar tumpukan Alquran dan buku agama yang disimpan di atas rak kayu di musala tersebut.

Sebab, kebiasaan warga yang kerap merokok di dalam musala sesudah salat atau mengaji menjadi pemicu terbakarnya Alquran dan buku agama tersebut. Hal tersebut berdasarkan keterangan saksi dan penyelidikan yang dilakukan Polres BU dan Polsek Air Besi.

“Besar kemungkinan terbakarnya Alquran karena puntung rokok,” jelas Kapolres Bengkulu, AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK, Minggu (2/9).

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, Alquran bisa terbakar karena asbak tempat puntung rokok diletakkan di atas tumpukan Alquran dan buku agama. Diduga puntung rokok tersebut jautuh kemudian membakar Alquran dan buku agama. Jika memang sengaja dibakar, tentu saja pelaku bakal menuangkan bahan bakar lampu teplok ke rak buku tersebut. Karena disamping rak buku terdapat lampu teplok berbahan bakar minyak tanah.

“Jika memang sengaja dibakar, lampu teplok pasti disiramkan ke rak tempat menyimpan Alqur’an,” imbuh Kapolres.

Yang wajib diperhatikan masyarakat dari kasus ini adalah tidak ada unsur kesengajaan atau ulah oknum tidak bertanggung jawab membakar Alqur’an. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir atau berfikir negatif terkait kasus terbakarnya Alquran tersebut, tidak perlu ada gesekan atau menyalahkan serta menjelek-jelekkan salah satu pihak.”Saya tegaskan, kasus ini bukan karena disengaja,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, Kades Pagar Banyu, Alfiansyah mengatakan, selain kerap merokok setelah salat, warga juga kerap menggunakan obat nyamuk bakar karena di musala tersebut banyak nyamuk, baik siang atau malam hari.

Siapa yang terakir kali ke musala tidak ada yang tahu. Karena kejadian terbakarnya Alquran itu sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelum jam tersebut kadang banyak warga yang salat, bahkan ada warga lain yang sengaja singgah untuk salat.

“Kita tidak tahu siapa yang terakhir salat, karena musala ini kan cukup jauh dari pemukiman,” jelas Alfiansyah. Alfiansyah bisa memastikan jika terbakarnya Alquran tersebut bukan disengaja. Karena Desa Pagar Banyu kondisinya aman, tidak pernah ada gesekan antar warga atau antar umat beragama. Tidak pernah juga ditemukan kelompok yang memiki paham radikalisme.

“Desa kita ini aman, tidak pernah ada masalah yang berkaitan dengan terbakarnya Alquran tersebut,” pungkas Alfiansyah.

Alquran yang terbakar tersebut saat ini sudah diamankan di Polres Bengkulu. Kasus tersebut mencuat ke publik dan menjadi pertanyaan di masyarakat bermula Alquran terbakar diposting ke media sosial Facebook oleh salah satu warga dengan bahasa yang menyebutkan bahwa Alqur’an di musala kami dibakar. Saat ini postingan tersebut sudah dihapus.(167)