Alhamdulillah, Pertamina Tambah Pasokan 1,277 Juta KL

JAKARTA – Direktur Pemasaran dan Niaga PT. Pertamina Hanung Budya mengungkapkan, pihaknya siap untuk mengatasi kelangkaan BBM subsidi di berbagai daerah. Pertamina berencana menambah kuota BBM subsidi sebanyak 1,227 juta kiloliter.
“Rinciannya, 400 ribu kiloliter premium dan selebihnya, 827 ribu kiloliter solar,” ujarnya, Senin (26/11).

Hanung mengatakan, tambahan itu akan bisa mengatasi kekuarngan BBM subsidi hingga akhir tahun. Biaya yang telah dikeluarkan Pertamina nantinya bisa diklaimkan ke Kementrian Keuangan setelah diverifikasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Subsidinya kira-kira nambah Rp 6 triliunan lah, karena perliter kan (subsidi) Rp 5.000,” tuturnya

Sebagaimana diketahui, pada Sabtu (24/11) lalu, kelangkaan BBM di beberapa daerah seperti di Kutai Barat (Kalimantan Timur), Bengkulu dan beberapa daerah lain  yang membuat masyarakat harus antri berjam-jam di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) akhirnya memicu kerusuhan. Di Kaltim mess karyawan SPBU dan beberapa bangunan lain pun dibakar massa.

Karena itu, pada Minggu (25/11) Pertamina merespons kejadian tersebut dengan menghentikan pengendalian pasokan BBM bersubsidi. Sebelumnya, sejak tanggal 7 November 2012, Pertamina melakukan pengendalian distribusi BBM bersubsidi yaitu dengan perhitungan ; sisa kuota di suatu daerah dibagi jumlah hari tersisa hingga akhir tahun.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, langkah Pertamina menghentikan upaya pembatasan pasokan BBM merupakan respon yang tepat dalam kondisi darurat. “Ketika kita mengambil langkah darurat di dalam situasi darurat, itu bisa dibenarkan,” ujarnya

Menurut Hatta, potensi gejolak sosial akibat kelangkaan BBM dikhawatirkan bisa meluas dan menimbulkan gangguan secara nasional. “Misalnya di Kutai Barat terjadi konflik karena kelangkaan (BBM bersubsidi),” katanya. (dim/fal/owi/wir)