Alhamdulillah, Hingga Lebaran Harga Pertamax Tetap

JAKARTA – Produk seperti pertamax, pertamax plus, bio solar non subsidi dan pertamina dex dipastikan tidak naik hingga tiga bulan ke depan. Artinya, penyesuaian harga baru terjadi setelah lebaran.

Dirut Pertamina Dwi Soetjipto di Istana Negara mengatakan, instruksi untuk membuat interval yang lebih jauh dalam penyesuaian harga BBM sudah diterima. Yakni, dari Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said. “Kalau kemarin perubahan harga terakhir April, berarti Juli habis lebaran,” ujarnya.

Mantan bos PT Semen Indonesia itu, opsi untuk penyesuaian harga memang belum fix. Tapi, paling cepat 3 bulan akan dilakukan evaluasi. Pertamina, lanjut Dwi, juga tidak boleh lagi menyesuaikan harga jual BBM non subsidi dengan seenaknya. Tetapi, harus koordinasi dengan pemerintah.

Usulan itu muncul karena pemerintah menganggap pertamax sebagai salah satu bahan bakar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi, pemerintah harus punya kendali supaya tahu dengan efek kenaikan BBM. “Pertamina tidak bisa memikirkan dari sisi korporasi saja,” tuturnya.

Dia mengakui, pola itu diluar kebiasaan Pertamina selama ini. Sebab, harga pertamax harusnya mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Namun, Pertamina “mengalah” demi kepentingan negara. “Pertamina juga harus memikirkan negara. Kan milik negara,” ungkapnya.

Bagaimana dengan potensi kerugian yang makin membengkak? Dwi mengakui itu bisa terjadi. Apalagi, kalau ada kenaikan harga minyak yang tiba-tiba melambung. Menunggu tiga bulan bisa membuat kerugian terus berjalan. Dia tidak mengkhawatirkan itu karena yakin bisa mengatasinya.

“Bisa dengan subsidi silang. Dalam perusahaan kalau satu produk rugi, yang lainnya untung,” jelasnya. Kerugian itu diyakini tidak menghalangi Pertamina untuk terus berkembang.

Bagaimana dengan BBM bersubsidi? Kapuskom Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyebut tetap menggunakan mekanisme lama. Yakni, review harga dilakukan setiap bulan dan penyesuaiannya diumumkan pada akhir bulan. “Sesuai aturan, masih dilakukan setiap bulan,” terangnya.

Dia memastikan kalau akhir bulan ini akan diumumkan harga premium, solar, dan minyak tanah untuk Juni. Soal naik atau tidaknya, dia tidak tahu. Sebab, pemerintah perlu melihat berbagai faktor selama satu bulan ke belakang. (dyn/dim/gen)