Akun FB Wabup Dibajak

Budhi/Bengkulu Ekspress Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Septi Peryadi saat mendatangi Mapolda Bengkulu untuk melaporkan akun Facebooknya diretas orang tak bertanggung jawab, kemarin (28/5).

Pelaku Minta Dikirimi Uang

BENTENG, Bengkulu Ekspress– Pelaku kejahatan di dunia maya kembali melancarkan aksinya. Kali ini, akun media sosial (medos) berupa Facebook (Fb) milik Wakil Bupati (Wabup) Bengkulu Tengah (Benteng), Septi Peryadi STP menjadi target pelaku.

Setelah berhasil membobol sistem keamanan Fb, pelaku dengan leluasa melanancarkan aksinya.Modusnya, pelaku sengaja menghubungi teman-teman Wabup yang ada di akun media sosial dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

“Modusnya, pelaku yang mengatasnamakan saya meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan. Itu semua tidak benar,” tegas Wabup.

Informasi yang berhasil dihimpun Bengkulu Ekspress, pelaku juga sempat berusaha mengelabui Kepala Desa (Kades) Jayakarta, Agus.  Melalui chatingan di Fb, pelaku meminta Kades memberikan bantuan berupa uang untuk nantinya didonasikan kepada anak-anak panti. Pelaku meminta Kades mengirim uang ke rekening Bank BNI dengan nomor 0799697089 atas nama Nauli Kharisma.

“Saya sempat curiga karena gaya bahasanya tak seperti Wabup. Maka dari itulah saya abaikan apa yang diminita oleh pelaku,” ungkap Agus.

Wabup pun melaporkan hal tersebut ke Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Bengkulu, Selasa (28/5). Wabup mengaku ia menyadari bahwa akun Facebooknya diretas oleh orang lain, saat diberitahu adiknya sendiri. Seketika itu dirinya pun langsung mengecek akun Facebooknya namun sudah tidak bisa diakses.

“Ya saya baru sadar juga setelah dikasih tahu adik saya. Saya juga tergolong jarang main Facebook. Dari pada merugikan orang lain, saya langsung laporkan ke Cyber Crime Polda Bengkulu. Alhamdulilah tadi akun facebook saya sudah bisa diambil alih lagi ya,” ujarnya.

Dijelaskan Peri, dalam pesan yang ada di facebook miliknya terdapat riwayat pelaku menghubungi beberapa orang terdekatnya untuk meminta sejumlah uang. Modusnya pun beragam, seperti meminta sumbangan untuk bakti sosial, biaya pengobatan istrinya yang sakit, hingga kegiatan-kegiatan yang lainnnya.”Saya hanya tidak mau ada korban dari kasus ini dan nama saya yang dibawa-bawanya,” ucapnya.

Ia mengatakan, terdapat juga beberapa nomor rekening si peretas dalam riwayat pesan tersebut yang meminta untuk segera mentransfer uang dari calon korban. Beruntung hingga saat ini pun belum ada korban yang mengaku sudah mentrasferkan uang ke rekening itu.

“Ya saya kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat Bengkulu apabila mendapati pesan apapun dari saya, mengatasnamakan nama saya untuk meminta sejumlah uang itu tidak ada dan tidak benar. Patut diwaspadai. Jangan sampai kita jadi korban dari ulah orang yang tidak bertanggung jawab ini,” tutup Peri. (529/135)