Akui Serius Maju Pilgub, Imron Siap Terima Konsekuensi PAW hingga Dipecat

Foto Hendrik/ BE – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dr. Ir. H. Imron Rosyadi, M.Si saat diwawancarai Bengkuluekspress.com, Senin (24/8).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Mantan Bupati Bengkulu Utara dua periode Dr. Ir. H. Imron Rosyadi, M.Si mengakui keseriusan dirinya maju dalam Pemilihan Gubernur Bengkulu pada Pilkada serentak mendatang. Imron yang saat ini anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari partai Golkar, siap menerima apapun resiko atau konsekuensi yang bakal dihadapi.

“Kita tunggu saja bulan depan, karena sudah memasuki tahapan pendaftaran Bakal Pasangan Calon Gubernur dan Wagub. Sejauh ini dan Insyaallah saya tetap mendampingi Agusrin M. Najamudin,” ujar Imron di Bengkulu, Senin (24/8).

Diungkapkan Imron, memang waktu untuk menghadapi Pilkada mendatang, cukup singkat. Karena hanya ada waktu 2 bulan efektif untuk sosialisasi di tengah masyarakat sebelum hari H pemilihan.

“Waktu 2 bulan itu sangat singkat. Jangankan untuk menghadapi Pilgub, menghadapi Pilbup saja belum tentu cukup. Tetapi kita akan maksimalkan itu,” kata Imron.

Dijelaskan Ketua BK DPRD Provinsi Bengkulu itu, terkait soal Partai Politik (Parpol), sejauh ini baru sebatas rekomendasi Partai Gerindra dan persetujuan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sedangkan, untuk Parpol lainnya masih terus dijajaki.

Disinggung Bengkuluekspress.com terkait akan sanksi dari Partai Golkar jika dirinya maju pada pilkada 9 Desember mendatang, Imron menyatakan siap menerima. Dirinya menegaskan akan menghadapi resiko dengan jalan yang Ia pilih.

“Kalaupun harus dipecat dari Golkar, sekarang juga saya memang bukan pengurus dan hanya sebatas kader saja. Termasuk juga Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagai anggota DPRD Provinsi, saya siap karena itu sudah menjadi ketentuan,” tegasnya.(HBN)