Aktivitas PT BRU Ditutup Permanen

Foto0270CURUP, BE – Aktivitas galian C yang dilakukan PT Bania Rahmat Utama (BRU) di Desa Blumai Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), dihentikan total.  Bahkan izin tambang milik Ali Thamrin dicabut untuk tidak lagi beroperasi selama-lamanya.  Hal ini menjadi salah satu rekomendasi tim investigasi yang terdiri dari unsur Dinas Instansi Pemerintah, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, yang akan disampaikan kepada Bupati Rejang Lebong.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Drs Darmansyah dikonfirmasi Bengkulu Ekspress terkait hal itu tidak membantah izi rekomendasi yang dibuat tim investigasi tersebut.  “Senin (17/12) kami melakukan investigasi bersama Camat, Polres, Kodim dan pihak terkait lainya di lokasi tambang galian C di Desa Blumai. Hasilnya, aktivitas tambang yang dilakukan PT BRU ditutup permanen,” tegas Darmansyah.

Dijelaskan Darmansyah, beberapa temuan tim investigasi diantaranya aktivitas tambang galian C sudah merusak daerah aliran sungai (DAS). Selain itu jarak penambangan kurang dari 1 kilometer dari jembatan, serta kelurahan masyarakat soal kerusakan infrastruktur umum oleh aktifitas tambang.

“PT BRU melaporkan sudah mengerjakan perbaikan jalan yang rusak, bagi kami itu kewajiban PT BRU karena mereka yang merusak jalan. Lagipula hasil pekerjaan belum memuaskan pemerintah dan masyarakat, karena tidak sama dengan kondisi sebelum dirusak oleh mobil-mobil tambang,” ujar Darmansyah.

Alasan itulah, terang Darmansyah, yang menjadi beberapa alasan rekomendasi pemberhentian permanen aktifitas tambang PT BRU. “Kedepan kita tidak akan mengizinkan lagi aktifitas galian C di Blumai. Bahkan temuan kami cukup banyak tambang baru yang mulai ingin beroperasi. Lagipula tidak ada kontribusi bagi masyarakat sekitar apalagi pemerintah, kecuali kerusakan jalan dan ancaman bencana jika terus dibiarkan,” terang Darmansyah.

Disinggung soal aktifitas PT Ar Muhammad yang juga beroperasi di Desa Blumei, Darmansyah menegaskan Januari 2013 izin tambang perusahaan tersebut akan segera habis. “Mereka memperbaiki jalan yang rusak lumayan baik, selain itu aktifitas tambang tidak besar hanya untuk kebutuhan sendiri yang kabarnya untuk membangun rumah sakit. Sejak protes warga, PT Ar Muhammad  sudah tidak lagi melakukan aktifitas tambang,” uangkap Darmansyah. (999)