Aktivitas Pelabuhan Injatama Dihentikan

Pascamusibah tenggelamnya kapal Ocean Blue milik PT Injataman di Kecamatan Ketahun pada Jumat (14/7)

KETAHUN, Bengkulu Ekspress Pascamusibah tenggelamnya kapal Ocean Blue milik PT Injataman di Kecamatan Ketahun pada Jumat (14/7) lalu, hingga kemarin (16/7), aktivitas pelabuhan batu bara Injatama dihentikan. Pasalnya, sampai kemarin belum terlihat kapal tongkang yang keluar masuk pelabuhan membawa batu bara.

‘’Memang sejak musibah kapal Ocean Blue tenggelam, belum ada kapal tongkang yang keluar dari pelabuhan mengangkut batu bara,’’ ujar HRD PT Injatama, Rozali, kemarin (16/7).
Ia menambahkan, hingga kemarin, korban tenggelamnya kapal Ocean Blue yakni Manager PT Injatama Lin Zheen Long alias Alung dan Namar Zheng masih menjalani perawatan di Jakarta. Sedangkan korban yang meninggal dunia yakni Wang Wen telah dibawa pula ke Jakarta dan dikebumikan.

‘’Korban meninggal sudah dikebumikan. Sedangkan Pak Manager dan tamunya dirujuk ke Jakarta agar mendapatkan penanganan yang lebih baik,’’ ungkapnya.
Ditanya kapan aktivitas pelabuhan dermaga batu bara PT Injatama kembali normal? Rozali mengaku belum dapat memberikan kepastian. Karena masih menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari pimpinannya.
Disamping itu, kapal Ocean Blue yang tenggelam itu juga belum dievakuasi ke daratan.

‘’Kita belum tahu kapan akan normal kembali aktivitas pelabuhan ini. Tapi kita perkirakan dalam waktu dekat sudah mulai berjalan,’’ terangnya.
Terpisah, Kepala Keamanan PT Injatama, Parmin juga membenarkan belum adanya aktivitas keluar masuk kapal ke pelabuhan batu bara Injatama tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian juga masih melakukan penelidikan mengenai penyebab musibah tenggelamnya kapal yang membawa 2 orang tamu dan Manager Injatama untuk mengukur kedalaman pelabuhan untuk dilakukan pengerukan kembali itu.

‘’Belum. Hingga saat ini belum ada aktivitas di pelabuhan. Mungkin menunggu Pak Manager sembuh,’’ pungkasnya.
Sebelumnya, peristiwa tenggelamnya kapal Ocean Blue yang membawa 2 orang konsultan dan Manager PT Injatama itu dengan kapten kapal dan 1 Anak Buah Kapal (ABK). Tujuannya untuk melihat kedalaman pelabuhan yang akan dilakukan proses pengerukan. Namun nahas, cuaca yang saat itu sedang tidak bersahabat dan ombak cukup besar menghantam badan kapal hingga terbalik.
Akibatnya 1 orang meninggal dunia, 1 orang kritis, 1 orang luka parah dan 2 orang luka ringan. Hingga kemarin sore, 2 orang termasuk Manager PT Injatama masih menjalani perawatan intensif di Jakarta.(816)