Aktivitas Bongkar Muat Kapal Ancam Pulau Tikus


KAMPUNG MELAYU, BE – Banyaknya aktivitas bongkar muat yang dilakukan di Pulau Tikus, menjadikan bagian wilayah kecamatan Teluk Segara tersebut terancam tenggelam. Namun dalam hal ini, pihak Pelindo tidak bisa berbuat banyak, terlebih saat ini traffic yang ada di Pelabuhan Pulau Baii semakin padat.Advisor Pelindo Bengkulu Sabar Haryono ketika dikonfirmasi menegaskan, bahwa kondisi pelabuhaan sebenarnya tidak ada masalah. Selain itu, kata dia, pihak Pelindo sebagai pihak penyedia jasa pelabuhan juga tidak ingin selalu dipersalahkan terhadap aktivitas bongkar muat tersebut. Sebab itu pihaknya akan mengkoordinasikan kepada instansi terkait untuk melakukan penertiban terhadap arus kapal keluar dan masuk.Terlebih pengerukan sudah dilakukan hingga kedalaman 10 meter LWS. Jadi menurutnya tidak ada masalah lagi terhadap alur, dan kapal untuk ukuran besar sudah bisa berlabuh. “Tidak ada masalah lagi, semua kapal sebenarnya sudah bisa merapat, begitupun juga dengan tarffic juga lancar. Jadi kami kira semua memang tida ada masalah lagi bagi kapal yang akan merapat di Pulau Baii,” katanya.Dilkanjutkannya, kapal penumpang KM Lawit yang berukuran besar sudah bisa berlabuh. Sehingga sangat ironis jika kapal bongkar muat masih juga dilakukan di Pulau Tikus. Terlebih Kementrian Perhubungan, dan Informatika RI sudah merekemondasi agar bongkar muat tidak dilakukan di Pulau Tikus.“Kita mencatat, untuk setiap bulannya kapal yang merapat di Pelabuhan Pulau Baii mencapai 130 unit. Jadi kalau dirata-ratakan setiap hari 3-4 kapal yang bersandar di pelabuahan, dan dalam hal ini kita hanya memberikan fasilitas bagi kapal yang membutuhkan saja,” demikian Sabar(160)