Aksi Simpatik Wartawan

Wartawan Bengkulu melakukan doa bersama untuk kesembuhan dua wartawan yang tertembak saat peliputan demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM pada Senin lalu (2)WARTAWAN Bengkulu menggelar doa bersama di Pantai Panjang kemarin, berharap kesembuhan dua wartawan yang tertembak saat peliputan aksi demo penolakan kenaikan harga BBM, Senin lalu, yaitu Aroby Kilerley (27) wartawan harian Mata Publik Ternate dan kontributor Trans 7, Nugroho Anton.   Koordinator Lapangan Heriyandi Amin dari RRI Pro 2 berharap, kedua rekan jurnalis tersebut dapat segera sembuh, serta mengharapkan permasalahan ini diusut tuntas oleh pihak kepolisian, agar kejadian seperti ini tidak lagi terulang di masa mendatang.
“Ini merupakan aksi solidaritas kita, untuk teman kita yang tertembak saat peliputan kemarin. Kita berdoa untuk mereka, agar segera sembuh. Selain itu, kami juga berharap semoga Kapolri segera mengusut tuntas kasus ini. Di sini kami melihat, wartawan yang meliput aksi unjuk rasa, tidak mendapat pengamanan. Kita berharap, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dan wartawan bisa diperhatikan,” ujar Heriyandi kepada wartawan kemarin.
Kejadian seperti ini bukan sekali saja terjadi di Indonesia. Kekerasan terhadap wartawan sudah sering terjadi, salah satunya yang masih segar dalam ingatan adalah peristiwa pemukulan oleh mahasiswa Universitas Trisakti terhadap wartawan Sindo, serta pemukulan oknum aparat TNI AU kepada jurnalis Riau Pos, ketika meliput jatuhnya pesawat Hawk 200.
Dalam aksi ini, sekitar 16 wartawan dari berbagai media, baik media massa cetak dan elektronik tampak khusyuk berharap kesembuhan rekan-rekan sesama jurnalis yang. Kegiatan ini mereka lakukan di Pantai Panjang, sebelum melakukan peliputan pelepasan 200 tukik oleh BKSDA Bengkulu. (cw6)