Aksi Simpatik, Lestarikan Puspa dan Satwa Langka

RIO-AKSI HARI CINTA PUSPA DAN SATWA  NASIONAL (2)
BENGKULU, BE – Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Komunitas Peduli Puspa Langka, menggelar aksi simpatik di kawasan Simpang Lima Kota Bengkulu, kemarin (11/5).  Dalam aksinya para mahasiswa menuntut agar pemerintah benar-benar serius dalam melestarikan puspa dan satwa liar yang terdapat di Provinsi Bengkulu.
“Tumbuhan dan satwa langka yang ada di Bengkulu saat ini jumlahnya sudah hampir habis, seperti bunga Rafflesia, harimau, dan penyu.  Binatang langka tersebut sudah banyak diburu orang.  Oleh sebab itu, kita mendesak pihak pemerintah, melalui BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) dan Polisi Kehutanan (Polhut) untuk benar-benar serius dalam menanggapi persoalan ini,” tandas Ferry Vandalis, korlap aksi.
Menurut Ferry, selama ini pemerintah kurang maksimal dalam menjaga kelestarian alam di Provinsi Bengkulu.  Hal tersebut ditunjukan dengan masih banyaknya perambahan liar yang terjadi di kawasan hutan yang ada di kabupaten se Provinsi Bengkulu.  Padahal satwa dan puspa langka tersebut dilindungi, berdasarkan UU nomor tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
“Pemerintah kurang maksimal dalam menjaga kelestarian alam, seperti yang terjadi di Bengkulu Tengah (Benteng) dan Bengkulu Utara (BU), masih banyak perambahan liar di sana. Padahal hutan tersebut merupakan tempat tinggal binatang langka tersebut.  Kami harap pemerintah menindaklanjuti ini dengan memulai patroli secara terus menerus sehingga puspa langka dan satwa liar bisa diselamatkan,” kata Ferry.
Pantauan BE, aksi tersebut dihelat oleh mahasiswa dari arah Masjid Jamik menuju simpang lima, Kota Bengkulu. Di simpang lima, para mahasiswa memulai aksinya dan menuntut pemerintah untuk melakukan pengamanan di kawasan habitat Rafflesia di Hutan Lindung Bukit Daun Kepahiang, dari aksi perambahan liar, kembalikan fungsi kawasan hutan sebagaimana mestinya dan mendesak BKSDA dan Polhut untuk menindak tegas perdagangan satwa liar, serta menghentikan pemberian izin pertambangan dan perkebunan di kawasan habitat puspa langka dan satwa liar.
Dalam aksi kemarin, mahasiswa juga menggelar aksi teaterikal, berupa gambaran adegan perambahan liar yang dilakukan oleh masyarakat dan langsung ditindak oleh petugas Polhut. Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan anggota kepolisian Sabhara Polres Bengkulu. (135)