Aksi Mogok Guru SDN 18 Berlanjut

1. Endang/Bengkulu Ekspress Para guru SDN 18 Kota Bengkulu yang mogok mengajar, saat menunggu di Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bengkulu, kemarin (17/7).
1. Endang/Bengkulu Ekspress
Para guru SDN 18 Kota Bengkulu yang mogok mengajar, saat menunggu di Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bengkulu, kemarin (17/7).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Aksi mogok mengajar di SDN 18 Kota Bengkulu, masih berlanjut hingga kemarin (17/7). Seluruh guru sekolah itu, memilih tidak mengajar para siswanya. Mereka memilih mendatangi Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bengkulu. Mereka menyampaikan protes mutasi yang dilakukan sang Kepala Sekolah Frater Netti terhadap rekan mereka.

“Iya tadi ada perwakilan guru,BKPP akan mempelajari laporan yang disampaikan para guru. Ada beberapa hal yang disampaikan para guru terkait sikap Kepala Sekolah yang mengusulkan untuk memutasi gurunya, sesuai di dalam surat keputusan (SK) jika ada kekeliruan maka akan ada peninjauan kembali sambil menunggu hasil evaluasi dari tim,” kata Bujang HR saat diwawancarai Bengkulu Ekspress.

Sekitar pukul 08.00 WIB, para guru SDN 18, tiba di Kantor BKPP Kota Bengkulu. Kedatangan guru PNS dan Guru Honorer SDN 18 Kota Bengkulu itu diterima Kepala BKPP Kota Bengkulu, Bujang HR didampingi Kepala Bidang Pengembangan,Data dan Pembinaan Aparatur, Ali Martono. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Dra Rosmayetti MM juga hadir di kantor BKPP tersebut.

Dilakukan pertemuan tertutup membahas protes para guru SDN 18 itu, di ruang kepala BKPP, sekitar sejam lamanya.  Hasil pertemuan itu, BKPP bersama Dinas Dikbud merumuskan untuk mengkaji ulang SK mutasi guru atas nama Eko Oktanti Kartini, dan mengevaluasi kinerja Kepala Sekolah yang dinilai menimbulkan ketidakharmonisan antara guru dan kepala sekolah.

Bujang membantah BKPP telah mengeluarkan surat keputusan (SK) mutasi guru SDN 18, tanpa adanya analisis dan usulan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, usulan pelaksanaan mutasi dan analisi kebutuhan bisa dilakukan baik secara lisan maupun tertulis, sehingga lembaganya mengeluarkan SK tersebut.



“SK itu tetap melalui prosedur, yang namanya pengusulan itu ada yang melalui tertulis ada juga yang lisan, dan prosedurnya dari sekolah langsung bisa BKD jika memungkinkan bisa begitu,” cetusnya.

Bujang HR juga meminta, setelah pertemuan tersebut, dewan guru kembali ke sekolah dan melaksanakan kewajibanya mengajar para siswa. Sementara, status guru yang dimutasi diputuskan hari ini (18/7), setelah ada hasil tim di lapangan.  Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Rosmayetti MM mengatakan, keputusan terkait persoalan SDN 18 Kota Bengkulu, ditentukan besok melalui rapat bersama. Sembari menunggu keputusan yang akan diambil, dia mengimbau para guru menghentikan aksi mogok mengajar yang sudah dilakukan dalam dua hari ini. (247)