Akses Masuk Enggano Diperketat, 5 Orang Dipulangkan

IST/BE
Tim Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan Enggano saat melakukan kegiatan pengawasan terhadap masyarakat tiba di Pelabuhan Malakoni Kecamatan Enggano, Kamis (2/4)

ENGGANO, bengkuluekspress.com – Demi menggantisipasi terjadinya penyebaran virus covid 19 di Kecamatan Enggano, tim Gugus Tugas Kecamatan Enggano memperketat akses untuk masuk ke Pulau Enggano, baik itu di Bandara Enggano maupun Pelabuhan Malakoni.

Dalam giat tersebut pihak satuan Gugus Tugas Kecamatan Enggano mendapati 5 orang yang berasal dari luar Provinsi Bengkulu bahkan 1 diantaranya sama sekali tidak membawa kartu identitas apapun. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Tim Satuan Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan Enggano, yakni Camat Enggano, Marlansius.
“Ya, dari hasil melakukan giat yang kita lakukan, kemarin pagi, (2/4, red) kita mendapatkan 5 orang dari luar provinsi Bengkulu,” kata Marlansius, Jumat (3/4).

IST/BE Tim Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan Enggano saat melakukan kegiatan pengawasan terhadap masyarakat tiba di Pelabuhan Malakoni Kecamatan Enggano, Kamis (2/4)

Lima orang yang dipylangkan itu berasal dari Banten 3 orang, 1 dari Kepulauan Mentawai dan 1 orang Pulau Enggano yang habis dari Provinsi Lampung. Tiga orang dari Banten mau mencari kerja di Kepulauan Enggano untuk mencari besi-besi kapal tongkang. Sedangkan dari 1 orang dari Kepulauan Mentawai tidak memliki identitas diri satu apapun, kedatangannya juga ingin mencari pekerjaan. Dan 1 orang dari Pulau Enggano habis dari Provinsi Lampung yang habis menjenguk keluarga di sana.

“Akibat ditemukannya 5 orang ini, pihak kami mempulangkan mereka. Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat pulau enggano ke 5 orang tersebut terpaksa dipulangkan dan tidak boleh turun dari kapal hinggga kapal ferry melakukan pelayaran kembali ke Kota Bengkulu,” jelasnya.

Marlansius sangat berharap kepada Pemerintah Provinsi juga dapat melakukan pengaman yang lebih ketat di Pelabuhan Pulau Baii maupun di bandara sehingga penumpang yang berasal dari provinsi lain,terutama kawasan zona merah tidak dapat masuk ke Bengkulu dan Pulau Enggano.

“Dengan adanya temuan ini, kita sangat berharap kepada pihak Provinsi Bengkulu untuk lebih ketat melakukan pengawasan di Pelabuhan Pulau Baai serta di Bandara. Jangan sampai yang kita temukan saat ini terulang kembali,” pungkasnya.(127)