Akses Antar Desa Terputus

jembatan gantung geluguran ambruk
IST/Bengkulu Ekspress
HARAPKAN: Warga sangat berharap jembatan ambruk ini segera dibangun sebab satu-satunya akses menuju usaha pertanian mereka.

Diminta Segera Perbaiki

ULU MANNA, Bengkulu Ekspress– Jembatan gantung di Dusun Batu Aji, Desa Kayu Ajaran, Ulu Manna merupakan akses warga menuju lokasi areal perkebunan warga di trans Simpur. Namun setelah putus, akses warga ke kebun menjadi terputus.

“Sejak jembatan putus, warga kesulitan ke kebun, sebab itulah satu-satunya akses warga ke kebunnya,” ujar Ramdan, salah satu warga kayu Ajaran.

Ramdan mengatakan, jembatan tersebut panjangnya sekiar 100 meter dan lebarnya 1,5 meter dibangun sekitar 10 tahun lalu. Namun karena Sabtu (25/8) siang kelebihan beban, sehingga terputus. Dengan jembatan yang terputus tersebut, dirinya berharap pemda Bengkulu Selatan dapat segera memperbaikinya.

Sebab tidak hanya digunakan oleh warga desa setempat. Namun jembatan itu juga akses warga desa lain ke tempat usaha mereka. Sebab di seberang sungai Air Manna sudah banyak usaha pertanian warga seperti kebun kopi, karet dan sawit yang sudah panen.“Jembatan itu satu-satunya akses kami ke kebun, kami harap Pemda Bengkulu Selatan cepat tanggap agar segera memperbaikinya,” harap Ramdan.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi SE MM ikut prihatin dengan kondisi jembatan yang ambruk lantaran kelebihan beban. Bahkan dirinya juga mengaku prihatin dengan adanya korban yang mengalami luka-luka hingga ada yang patah tulang rusuk akibat terjatuh ke sungai. Beruntung tidak ada yang berakibat patal. Sebab semua korban selamat. Bahkan korban yang sempat dirawat di rumah sakit lantaran patah tulang rusuk, saat ini kondisinya sudah pulih kembali.

“Jembatan ambruk karena terlalu banyak warga yang menaikinya, beruntung semua korban selamat,” ujarnya.

Terkait dengan jembatan yang ambruk tersebut, Gusnan mengaku akan memperjuangkannya agar segera dibangun. Dirinya mengatakan akan mengupayakannya agar bisa dibangun pada APBDP 2018 ini. Namun jika tidak ada anggaran, akan diprioritaskan dibangun pada APBD 2019 mendatang. “Khusus jembatan yang ambruk akan kami upayakan anggaran pembangunannya masuk di APBDP 2018, namun jika anggaran tidak tersedia, menjadi prioritas kegiatan di APBD 2019 mendatang,” Imbuhnya.

Gusnan menambahkan, meskipun ada tragedi jembatan ambruk saat acara arung jeram, ke depan dapat menjadi perhatian panitia, sehingga tidak ada lagi kejadian serupa terulang lagi. Sedangkan kegiatan arung jeram, dirinya akan terus mengupayakan untuk terus dipromosikan, agar tidak ada pecinta olahraga arung jeram dari Bengkulu Selatan saja dan dari Provinsi Bengkulu saja yang menjajalnya. Namun hingga ke manca Negara. “ Wisata arung jeram ini akan terus kita promosikan, sehingga ke depan makin banyak minat wisatawan baik lokal maupun manca negara uji nyali di air Manna Bengkulu Selatan ini,” terang Gusnan.



Sebelumnya, Sabtu (25/8) pagi dibuka olahraga arung jeram di Air Manna dengan lokasi star Desa Air Tenam. Saat ada peserta yang mencapai finish ada tragedy jembatan gantung ambruk di dekat air terjun Geluguran Dusun Batu Aji, Ulu Manna. Hal ini lantaran ada sekitar 50 warga yang berdiri di atas jembatan tersebut untuk menyaksikan para peserta olahraga arung jeram mencapai finish. Saat jembatan ambruk, warga di atas jembatan terjun ke sungai, hingga ada sebagian yang terluka dan sempat dirawat di rumah sakit. (369)