Akibat Kebakaran di Sawah Lebar Baru

Korban Trauma, Posyandu Batal Diresmikan

Kebakaran yang membuat gempar masyarakat di di Jalan Meranti RT 11 RW 3, Sawah Lebar Baru, Ratu Agung, Kota Bengkulu mengakibatkan batalnya peresmian posyandu yang berlokasi tepat didepan TKP. Selain itu kebakaran juga mengakibatkan trauma mendalam bagi salah satu warga Depi (31), karena barang berharga yang dimilikinya tidak ada yang bisa diselamatkan.
Bagaimana keadaan sekitar TKP paska kebakaran, berikut laporanya?
==================
Rizky Soeryatama

Kota Bengkulu
==================
Kebakaran yang melalap rumah dengan 4 bedengan milik Murdawarna (58), diketahui pertama kali oleh Ketua RT 11, Lukman Efendi (60) sekitar pukul 17.30 WIB. Ia mengaku, melihat api pertama dari rumah yang dihuni oleh Desi (40) dan suaminya. Saat itu ia bersama rekannya Khaerul Islan sedang membuat timbangan Posyandu. Sebab, menurut rencana sebagai ketua RT 11 Lukman akan meresmikan posyandu bagi warganya. Baru setengah pekerjaan ia melihat jendela samping rumah Desi terbakar, dalam hitungan menit api tersebut langsung cepat menjalar melewati plafon rumah dan atap rumah melewati celah jendela.
Hal ini membuat Lukman panik bergegas langsung meninggalkan pekerjaannya. Ia langsung mengingatkan penghuni rumah Desi dengan cara berteriak dan menggedor pintu, namun saat itu pemilik rumah sedang tidak ada di rumah. Ia kemudian menggedor pintu Murdawarna, yang saat itu sedang mandi. Mudawarna langsung keluar mendengar teriakan Lukman tersebut.
“Pokoknya mas, api cepat sekali membesar. Semuanya panik, saya panik apalagi warga sekitar,” katanya.
Ditambahka Lukman, sesudah mengingatkan pemilik rumah, ia bergegas ke rumahnya untuk memindahkan mobil dan mengingatkan warga yang saat kebakaran sedang ramai di rumahnya untuk mempersiapkan peresmian posyandu. Namun, karena situasi belum kondusif, peresmian posyandu batal.
“Untuk sementara peremian Posyandu di tunda dulu. Menunggu suasana dan perasaan warga benar benar kondusif,” imbuhnya. Sementara itu hal berbeda dialami pasangan suami isteri Gunarwarman (31) dan Depi (31), korban kebakaran. Saat BE menemui keduanya sedang berada di rumah paman dari Depi yang tepat di depan TKP.
Gunarwan mengaku, saking paniknya ia dan isterinya tidak sempat lagi membawa barang berharga apalagi menyelamatkanya. Ia hanya fokus memikirkan nasib anak semata wayangnya yang masih berumur 3 tahun.
“Tidak ada yang bisa saya selamatkan. Saya dan isteri hanya membawa baju yang melekat di badan,” kata Gun sapaan akrabnya. Sementara itu isterinya mengatakan, semua barang seperti ijazah, buku nikah, akte kelahiran, peralatan salon tidak ada yang bisa diselamatkan. Bahkan cincin nikah dan kontak motor masih belum ditemukan. Semuanya benar benar habis.
“Semuanya habis mas, yang dipikirkan keselamatan anak, barang tidak terpikirkan. Karena keadaan benar benar heboh dan semua orang panik,” kata Depi yang terlihat masih truma saat dimintai keterangan oleh BE.
Gunarwan dan Depi menyewa di bedengan milik Murdawarna. Mereka membuka usaha salon sudah sekitar 1 tahun lebih. Untuk kerugian sendiri keduanya tidak bisa menyebutkan berapa rincianya, namun yang pasti dinas terkait akan memberikan bantuan kepada semua korban kebakaran.
Pemilik rumah Murdawarna dan Desi belum bisa saat dimintai keterangan terkait kebakaran yang membakar habis rumahhnya tersebut. Menurut informasi dari Lukman bahwa pemilik rumah pergi ke Bumi Ayu. “Mereka berdua tidak ada disini, ke rumah saudaranya di Bumi Ayu,” tandasnya.(**)