Akhir Tahun Pembebasan Lahan untuk Jalan Tol

EKO/Bengkulu Ekspress. TINDAKLANJUTI: Kementeriaan PUPR bersama Pemprov Bengkulu menggelar seminar dalam menindaklanjuti rencana pembangunan jalan tol di Provinsi Bengkulu.
EKO/Bengkulu Ekspress. TINDAKLANJUTI: Kementeriaan PUPR bersama Pemprov Bengkulu menggelar seminar dalam menindaklanjuti rencana pembangunan jalan tol di Provinsi Bengkulu.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Rencana pembangunan jalan tol Bengkulu ke Lubuk Linggau Sumatera Selatan (Sumsel) terus ditindaklanjuti. Pemerintah Provinsi (Pemprov) dituntut cepat menyelesaikan pembebasan lahan yang melintasi 4 kabupaten, yaitu Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna mengatakan, pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau itu memang sudah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga pembangunannya bisa cepat dilakukan, dengan catatan pembebasan lahan harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Pembangunan itu tergantung dengan tanahnya. Kalau sudah selesai semua pembebasannya, bisa segera dilakukan,” terang Herry kepada Bengkulu Ekspress, usai menggelar seminar rencana jalan bebas hambatan/tol Bengkulu, di aula Pola Pemprov Bengkulu, kemarin (14/5/2018).

Dijelaskannya, proses mulai pembangunan jalan tol memang membutuhkan waktu lama. Mulai dari feasibility study (FS), analisi dampak lingkungan (amdal), penetapan trase atau lokasi rencana jalan tol, proses perizinan hingga pembebasan lahan yang akan dibangun. Jika itu semua telah selesia, maka pembangunan akan segera dilakukan.

Apalagi saat ini, Kementeriaan PUPR telah telah menetapkan PT Utama Karya sabagai pihak ketiga untuk melaksanakan pembangunan jalan tol tersebut.

“Anggaran pembebasan lahan hingga pembangunan itu dari pihak ketiga, bukan dari pemerintah. Jadi kita minta memang segera selesaikan pembebasan lahan ini,” tambahnya.

Untuk biaya pembangunan jalan tol tersebut, nantinya akan menelan anggaran cukup fantastis. Dari rencana penjang jalan tol sekitar 330 kilomter itu, perkilo meternya akan menghabiskan dana sekitar Rp 100 miliar. Jadi total anggaran pembangunan jalan tol itu sekitar Rp 33 triliun. “Ini ilustrasi anggaran yang akan dibahiskan untuk pembangunan jalan tol itu,” beber Herry.

Herry juga mengatakan, untuk peletakaan batu pertama pembangunan itu nantinya bisa dimulai dari Bengkulu, juga bisa dimulai dari Lubuk Linggau. Namun sasarannya tetap, jalan tol itu akan menuju pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Meski demikian, ketika nantinya lahan itu sudah siap dari Bengkulu terlebih dahulu, maka titik nol pembangunan akan dimulai dari Bengkulu.

“Titik nol pembangunan itu tergantung kesiapan tanah. Jadi mana yang siap itu yang dulu atau jadi titik nol pembangunan,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA menegaskan, pemprov Bengkulu berkomitmen bersama pemda kabupaten/ kota akan segera menyelesaikan pembebasan lahan tersebut. Ditargetkan, akhir tahun ini pembebasan lahan bisa dilakukan.

“Saya minta kepada sekda, ajak semua pemda kabupaten/kota dan masing-masing BPN, untuk mengukur dan mencari pemilik lahan yang akan dilalui jalan tol. Selesaikan segera bebebasannya, akhir tahun ini sudah mulai semua,” tegas Rohidin.

Disampaikannya, progres rencana pembangunan jalan tol memang terus ditindaklanjuti. Termasuk trase jalan tol juga sudah disetujui, tinggal lagi mengurus izin lainnya dan pembebasan lahan. Ditargetkan, pada tahun 2019 mendatang pembangunan sudah bisa dilakukan. “Jalan tol dan kereta api ini trasenya sama. Kemenhub sudah keluarkan trasenya. Tinggal lagi izin lainnya, target kita cepat pembangunannya,” pungkasnya. (151)