Ajukan Rp 4,8 M

TUBEI, BE- Setelah mendata jumlah kerugian akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah, baik lewat pantauan lapangan, laporan kecamatan dan desa, BPBD Lebong akan mengajukan dana tanggap darurat sebesar Rp 4,8 M ke Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat untuk menangani kerugian akibat bencana tersebut.┬áKepala BPBD Lebong Ir Markoni Fitri melalui Kabid Tanggap Darurat RA Hamid Said SSos, Sabtu (11/2), mengatakan hal itu kepada wartawan. Dikatakan, Hamid, untuk peralatan saat ini masih sangat minim. Adapun beberapa peralatan yang masih dibutuhkan seperti mobil rescue, perahu karet, dan pelampung. “Lebong ini merupakan daerah yang sangat rawan terhadap bencana tanah longsor dan banjir, maka bebrapa peralatan masih sangat kita butuhkan seperti mobil rescue, perahu karet dan pelampung. Insyaallah dalam waktu dekat ini akan kita ajukan ke Pusat untuk bantuan tersebut,” tambah Hamid.

38 Kali Bencana

Selain itu, terhitung Januari hingga Desember 2011, BPBD Kabupaten Lebong mencatat sebanyak 38 kali bencana yang terjadi di Kabupaten Lebong dalam setahun. Adapun bencana yang paling sering terjadi di Kabupaten Lebong yakni banjir dan longsor yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Lebong, yakni di kecamatan Topos, Rimbo Pengadang, Lebong Selatan, Pinang Belapis, Uram Jaya, Pelabai, Padang Bano dan Lebong Atas. “Dalam setahun, per Januari hingga desember 2011 kita mencatat 38 kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Lebong. Dari 38 kejadian tersebut paling banyak yakni kejadian banjir dan longsor. Karena berdasarkan kajian BMKG Provinsi Bengkulu, Kabupaten lebong merupakan Kabupaten yang memiliki keretakan tanah yang paling tinggi sehingga sangat rawan terjadinya bencana banjir. Untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan untuk berhati-hati terhadap bencana longsor,” pungkas Hamid. (777)