Ajak Terus Berzikir, Walikota Berbagi Tasbih

IMG_2644BENGKULU, BE – Salah satu program 8 Tekad Bengkuluku 2013, Bengkuluku Religius terus digalakkan Walikota H. Helmi Hasan. Dzuhur berjamaah yang dijadwalkan setiap hari rabu di Mesjid At Taqwa oleh Pemerintah Kota Bengkulu terus diramaikan oleh para PNS. Tak hanya para PNS di lingkungan pemerintah kota dan jamaah mesjid At Taqwa saja, jamaah salat dzuhur juga dipenuhi oleh para anggota TNI Polri, kaum ulama, tokoh masyarakat dan warga kota bengkulu lainnya. “Pemerintah kota saat ini sedang menggalakkan agar umat muslim di kota bengkulu untuk terus memakmurkan mesjid, saya mengajak agar para jamaah untuk terus berzikir, karena berzikir itu lebih indah dari intan maupun berlian,” kata Helmi Hasan usai dzuhur berjamaah di Mesjid At-Taqwa, Rabu (29/5).
Selain itu, Helmi Hasan juga mengungkapkan bahwa ke depan, dirinya akan terus memberdayakan perangkat-perangkatnya untuk ikut berperan aktif dalam memakmurkan mesjid. “Saat ini seminggu sekali kami selalu berkeliling dari mesjid ke mesjid melakukan subuh berjamaah dan menjaring aspirasi masyarakat. Dalam waktu dekat, saya juga akan mengutus sekretaris daerah, camat, lurah untuk juga melakukan kegiatan subuh berjamaah bersama warga kota di masing-masing  mesjid yang berbeda, sehingga mesjid-mesjid yang ada di kota bengkulu dapat terus ramai,” terang Helmi Hasan.
Menariknya, tidak seperti biasanya, kali ini seluruh jamaah salat dzuhur di Mesjid At Taqwa mendapat gelang tasbih yang dapat dipergunakan untuk berzikir setiap saat. “Umumnya semua orang, mulai dari usia muda dan usia tua, suka mengenakan gelang. Saya berpikiran, alangkah baiknya gelang yang digunakan itu dapat digunakan untuk berzikir, dan Insya Allah dengan berzikir kita dilipatgandakan pahala,” kata Helmi Hasan. Usai dzuhur berjamaah, digelar makan bersama.
Imam, Khatib, Bilal, Gharim, Rubiah, Guru ngaji, Dai/Daiyah Terima Uang Lelah
Sebelumnya, di Mesjid At Taqwa, Walikota H. Helmi Hasan menyerahkan uang lelah kepada imam, khatib, bilal, gharim, rubiah, guru ngaji, dai/daiyah. Uang lelah diberikan kepada  imam, khatib, bilal, gharim sebanyak 67 orang, dan rubiah sebanyak 134 orang dari kelurahan yang ada di kota bengkulu. “Pemberian uang lelah ini dilakukan sebagai apresiasi pemerintah kota kepada seluruh imam, khatib, bilal, gharim, rubiah, guru ngaji, dai/daiyah yang telah memberikan kontribusinya terhadap masyarakat kota bengkulu,” kata Kabag Kesra Drs. AlMizan. Sebelumnya, para imam, khatib, bilal, gharim, rubiah, pada tahun 2012 menerima Rp. 75 ribu perbulan, tahun ini meningkat menjadi Rp. 150 ribu. Guru ngaji sebanyak 67 orang tahun 2012 mendapat Rp 350 ribu, tahun ini menjadi Rp 500 ribu. Sedangkan Dai/daiyah sebanyak 67 orang tahun 2012 mendapat Rp 200 ribu, tahun 2013 menjadi Rp 300.000. Pembagian uang lelah dirapel mulai  Januari 2013 sampai Juni 2013.
Kemarin yang di serahkan untuk wilayah Kecamatan Sungai Serut, Kampung Melayu, Selebar, Singaran Pati Muara Bangkahulu. Pemberian uang lelah dilakukan secara simbolis dari walikota kepada imam kelurahan pematang gubernur Drs. Daman Aksan, Khatib A. Rahman, Bilal Mahiran, Gharim Badrin, Rubiah Mihuna, Guru ngaji kelurahan kampung bali Nikmatul Aini, BA, Dai/Daiyah kelurahan pematang gubernur Drs. M. Yusuf. (247/rls/adv).