Air Terjun Tiu Dua Bakal Dikelola BUMDes

Foto: Wahyu Wening
Air Terjun Tiu Dua di Desa Batudulang, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Objek wisata ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

SUMBAWA, bengkuluekspress.com – Air Terjun Tiu Dua berada di Desa Batudulang, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ekowisata yang dikembangkan oleh sekelompok pemuda desa ini telah dua tahun dikelola oleh desa.

“Wisata ini pertama dikembangkan oleh Pokdarwis (Kelompok Pemuda Sadar Wisata). Kemudian kita dapat bantuan dari pariwisata, dibantu plasa-plasa sehingga dikenal oleh masyarakat luas. Pokdarwisnya juga rajin posting-posting di facebook, sehingga orang banyak tahu,” kata Khairudin, Kasi Pemerintahan Desa Batudulang.

Khairudin mengatakan, wisata Tiu Dua rencananya akan dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk sementara waktu, pengelolaan wisata masih dipercayakan kepada Pokdarwis.

“Pokdarwis dulu pertama baru kita bentuk BUMDes. Baru penyertaan modal dari dana desa. Tapi sebelumnya kita akan kerjasama dulu dengan Dinas Pariwisata, karena ini ada unsur pariwisatanya, dan ada unsur dari kehutanan karena ini adalah kawasn hutan,” terangnya.

Tak hanya Air Terjun Tiu Dua, Desa Batudulang juga memiliki spot wisata lain yang diberi nama menara spot selfie. Spot wisata ini menyajikan pemandangan luas dari ketinggian yang sangat cocok untuk dijadikan spot selfie.

“Sebelum sampai ke Tiu Dua kan kita melewati spot selfie dulu. Kalau ke air terjun ini gratis, tapi kalau ke spot selfie bayar Rp 5 ribu per orang sekaligus parkir motor. Kalau bawa mobil Rp 7 ribu. Kalau air terjun ini hanya sebagai daya tarik, bonus sebenarnya. Yang penting kalau orang mau ke air terjun, kan mereka bayar parkir, beli makanan,” ujarnya.

Khairudin mengakui, omzet yang diperoleh dari dua spot wisata tersebut hanya berkisar Rp 5 juta per tahun. Ramainya pengunjung juga masih tergantung musim seperti hari libur dan perayaan hari besar saja. Ketika ramai, pengunjung bisa mencapai 500 orang per hari.

“Kalau ke air terjun ini karena medannya masih sulit, harus melewati hutan dan jalan kaki, masih sangat sepi yang datang. Kecuali kalau ramai-ramai, makan-makan di sini (Tiu Dua). Kalau tidak ramai-ramai biasanya ndak mau,” ujarnya. (Rls)