Air Terjun Cughup Perahu dan Cughup Nerayan

Dikelilingi Pepohonan, Tempat Persembunyian Zaman Perang

Air terjun
CERIA: Anak-anak Desa Talang Padang terlihat ceria saat mandi di air terjun Nerayan. (Foto ASRI/BE).

Pesona wisata air terjun di Bengkulu Selatan (BS) sepertinya semakin bermunculan. Jika baru-baru ini ada air terjun Batu Trika di Desa Bumi Agung, Kedurang. Kali ini air ada air terjun di Desa Talang Padang, Pino Raya. Bahkan di desa ini ada dua titik air terjun yakni Air Terjun Cughup Perahu dan Air Terjun Cughup Nerayan. Bagaimana keindahannya? Berikut laporannya.

ASRIANTO, Bengkulu Selatan

BENGKULU Selatan, kaya akan potensi wisata air terjun, diantaranya obyek wisata Air Terjun Cughup Perahu dan Cughup Nerayan. Bagi yang penasaran ingin merasakan dinginnya mandi di air terjun ini serta ingin serasa membaur bersama alam, lokasi kedua air terjun dapat ditempuh dari Kota Bengkulu dengan waktu sekitar 3 jam. Sebelum memasuki Kota Manna, tiba di simpang Kelutum, Kecamatan Pino Raya, belok kiri.

Jika dari Kota Manna bisa ditempuh dengan kendaraan dengan waktu 15 menit. kemudian berjalan sekitar 5 menit dari simpang Kelutum, ke jalan sebelah kanan. Sebab, jika terus kekiri, pengunjung akan mengarah ke Kota Bengkulu. Sesampainya di Desa Talang Padang, bisa meminta bantuan warga ataupun kepala desa setempat untuk menjadi pemandu ke lokasi dua titik air terjun tersebut.

“Kalau sudah sampai ke desa kami, saya ataupun warga kami siap menemani ke lokasi,” kata kades Talang Padang, Yasun Asri.

Diceritakan Yasun, kedua titik air terjun tersebut sudah ada sejak jaman perang melawan tentara Belanda, sebelum masa kemerdekaan. Mengingat saat itu, lokasi tersebut hutan belantara dan banyak binatang puas. Sehingga untuk menghidari kejaran tentara Belanda, warga dan angkatan bersenjata warga setempat lari ke hutan dan bersembunyi di sekitar kedua titik air terjun tersebut.

“Kedua air terjun ini sudah ada sejak zaman Belanda dan menjadi tempat persembunyian warga dan tentara Indonesia dari kejaran musuh,” ujarnya.

Disebut Air Terjun Cughup Nerayan lantaran, lantaran berada di jurang atau lembah air Nerayan. Sedangkan Air Terjun Cughup Perahu lantaran saat itu dijadikan oleh warga sebagai lokasi membuat sebuah perahu untuk berlayar mencari ikan di laut.

Sehingga ikan hasil tangkapan melaut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga saat persembunyian bersama tentara. Adapun Air Terjun Cughup Perahu dari desa jaraknya sekitar 500 meter dan ditempuh berjalan kaki sekitar 20 menit. Setelah tiba di lokasi, warga akan langsung bertemu dengan air terjun cughup Perahu dengan ketinggian sekitar 10 meter.

“Air terjun satu ini, masih asli belum pernah dirusak lingkungannya, bahkan pemohonanya besar besar, sehingga suara burung berkicauan selalu terdengar diatas pohon-pohon yang mengelilinginya,” imbuhnya.

Kemudian, sambung Yasun, selain dikelilingi pepohonan yang rindang dan menjulang tinggi, pengunjung bisa juga naik ke atas dan dari atas bisa melihat laut lepas. Sehingga selain menikmati dinginnya air terjun, juga bisa melihat laut.

Selanjutnya menjadikan pemandangan khas pedesaan saat menuju lokasi air terjun dan dari atas air terjun, pengujung bisa melihat permukaan air laut yang indah. Kemudian air terjun Nerayan, terang Yasun, dari lokasi air terjun Perahu, berjalan kaki lagi sejauh 500 meter atau sekitar 20 menit lagi. Air terjun ini lebih tinggi lagi dari air terjun perahu yakni ketinggiannya sekitar 50 meter.

“Dibawah air terjun juga ada kolam pemandian yang tidak dalam, sehingga air menikmati air terjun, pengungjung bisa mandi di kolam tersebut sambil bersenda gurau bersama teman-temannya,” beber Yasun.

Hanya saja, sambung Yasun, saat ini potensi wisata yang sangat indah belum diketahui warga lain. Pasalnya lokasinya masih tersembunyi dan jalan ke lokasi masih setapak. Dirinya sangat berharap pemda Bengkulu Selatan dapat juga membangun akses jalan ke lokasi kedua titik air terjun ini, sehingga ke depan pengunjungnya semakin ramai dan menjadi salah satu kunjungan wisata di BS.

“Kami mengharapkan pemda Bengkulu Selatan dapat juga membangun obyek wisata ini, jika sudah dibangun jalan, maka saya yakin pengunjug akan semakin ramai, sebab menurut saya keindahan air terjun ini paling indah di Bengkulu Selatan,” tutup Yasun. (***)