Aini : Janganlah Ketika Kita Mau Menggunakan Saja Baru Sibuk Mau Bayar Iuran Jkn

Narasumber : Juniatul Aini

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan merupakan salah satu wujud kepedulian Pemerintah Republik Indonesia terhadap kesehatan warganya. Melalui Program JKN Pemerintah memberikan proteksi kesehatan kepada masyarakat yang biasanya harus mengeluarkan biaya besar dan harus menjual harta benda bisa dihindari. Program ini dijalankan dengan prinsip Gotong-royong menjadi tulang punggung Pembiayaan Jaminan Kesehatan dimana iuran yang sehat untuk membantu yang sakit. Sehingga apabila banyak peserta JKN-KIS yang tidak membayar iuran rutin tiap bulan dan tepat waktu maka akan berakibat fatal terhadap keberlangsungan program ini.

Juniatul Aini (54) adalah seorang ibu rumah tangga peserta JKN-KIS segmen pekerja mandiri Kelas III asal Kabupaten Seluma yang sadar betul tentang pentingnya membayar iuran rutin dan tepat waktu setiap bulannnya. “Janganlah ketika kita mau menggunakan saja baru sibuk mau bayar iuran, kapan lagi kita bisa berbuat kebaikan, dengan membayar iuran rutin itu sudah membantu jutaan peserta lain yang sekarang sedang membutuhkan pertolongan kita,” ujar Aini.

Aini yang sudah menjadi peserta JKN-KIS selama kurang lebih empat tahun ini juga mengaku sudah merasakan manfaat pelayanan kesehatan dari Program JKN-KIS ini, Aini pun bercerita mengenai pengalamanya berobat  menggunakan kartu JKN-KIS “Saat itu minggu tanggal 26 April 2020 pagi hari langsung drop lemah, saya di bawa untuk di cek dengan bidan hasil gula darah di angka 411, dikarenakan sudah lemas langsung dibawa ke UGD Rumah Sakit bhayangkara. Setelah mendapatkan pelayanan selama sekitar lima hari saya akhirnya diperboleh untuk pulang,” kenang Aini (29/5).

Aini pun menjelaskan selama proses berobat memakai kartu JKN-KIS keluarga saya yang mengurus administrasi tidak memperoleh kesulitan. “Kenyataannya selama saya dirawat tidak ada sama sekali kendala yang dirasakan, anak-anak yang mengurus administrasi juga tidak mendapat kendala, obat pun sudah disiapkan oleh rumah sakit, tidak ada membeli apapun,” ujar Aini.

Aini merasa terbantu dengan adanya Program JKN-KIS ini, beliau merasa tidak harus mengeluarkan biaya yang besar ketika masuk rumah sakit. “Kemaren anak saya sempat nanya kamar kelas 3 kalau statusnya pasien umum, Per malam saja sekitar 700 ribuan belum lagi obatnya dan jasa dokter dan perawat yg melayani, kalau diperkirakan lima hari dirawat sudah harus siap uang sekitar lima juta rupiah, Itu baru lima malam, gimana kalau lebih,” kata Aini

Aini pun berpesan kepada peserta JKN-KIS yang masih tidak rutin membayar iuran agar selalu rutin membayar iuran JKN-KIS tepat waktu setiap bulannya karena besar manfaat yang dirasakan ketika kita membutuhkannya. “Saya rutin bayar bukan untuk sakit saja, kalau bisa  janganlah sakit. Empat tahun sudah mendaftar dan membayar iuran rutin sangat membantu sekali ketika kita sedang sakit seperti saya saat ini,” tutup Aini. (RW/dw/Ril)