Ahli Waris Jamaah Haji Terima Rp 100 Juta dari Garuda Indonesia dan Askrindo

BENGKULU,BE- Garuda Indonesia bersama Askrindo memberikan santunan asuransi extra cover, bagi para ahli waris jamaah haji 2016, yang meninggal di dalam pesawat maskapai plat merah atau dibawah naungan pemerintah. Satu ahli waris yang semuanya berasal dari jamaah haji kloter Bengkulu, mendapat santunan sebesar Rp 100 juta.

“Ini wujud kepedulian kami kepada para ahli waris. Ini tanggung jawab kami yang sudah bersinergi dengan Askrindo untuk memberi bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan sesuai yang sudah menjadi keharusan.

Kami tak lupa mendoakan para almarhum agar khusnul khotimah dan ibadahnya diterima Allah Subhanahu wa Taala dan bagi keluarga yang ditinggalkan selalu dilimpahkan cahaya iman Islam dan kesabaran,” tutur Awaluddin Abidin Bussines Analyst Umroh Haji Garuda Indonesia saat ditemui BE di Hotel Splash kemarin (28/2).

Awal melaporkan telah memberikan extra cover kepada seluruh ahli waris. Berdasarkan data yang dimiliki, dalam perjalanan haji tahun lalu, ada enam jamaah haji yang meninggal dalam perjalanan dan seorang diantaranya dari Bengkulu. Sementara 5 jamaah lainnya masing-masing dari Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Jawa tengah, dan Makassar.

“Semoga dengan adanya santunan ini, dapat dimanfaatkan oleh masing-masing ahli waris. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maupun untuk berangkat haji lagi,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Eko Sudiantono Deputi Area Managing Direktor Pemasaran Kanwil 1 menyampaikan bela sungkawa kepada para ahli waris. Ia memaparkan, pemberian santunan ini implementasi dari sinergi perusahaan BUMN.

“Tujuan lain dengan sinergi ini, Askrindo dan Garuda dapat memaksimalkan kekuatannya sehingga bisa memberikan mutual benefit,” ujar Eko.

Menurutnya,dana santunan tersebut bukan ganti rugi. Nyawa jamaah tidak bisa diganti dengan uang.

”Ini tanggung jawab kami untuk beri santunan pada keluarga yang ditinggalkan,” tandasnya.

Sementara itu ahli waris Rubaidah berkaca-kaca saat menerima santunan dari maskapai Garuda Indonesia dan Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) tersebut. Perempuan asal Benteng Karang Tinggi merupakan ahli waris yang berhak mendapat Rp 100 juta. Santunan itu diberikan karena pada musim haji 2016, suaminya bernama Alm H Tahirun Jamatil Marjam wafat di pesawat dalam penerbangan Garuda Flight GA 3403 kloter 003(Tiga) dalam perjalanan haji tahun lalu.

“Kami berterima kasih atas perhatian bapak-ibu dari Garuda, Askrindo, dan Kementerian Agama (Kemenag). Saya mohon doa agar suami saya bisa khusnul khatimah dan mabrur.” ujar Rubaidah di depan perwakilan lembaga pemberi santunan.

Acara pun ditutup dengan penandatanganan berita acara penyerahan santunan kepada ahli waris. Penandatanganan dilakukan oleh Analyst Umroh Hajj Garuda Indonesia, General Manager area Bengkulu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, dan Kepala Cabang Askrindo Bengkulu.(cik14)