Ahli Waris Buka Gerbang SDN 62

large-sekolah-01
Foto :Ist

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kehadiran Komisi Perlindungan Anak memberikan angin segar wali murid SDN 62 Kota Bengkulu. Pasalnya tuntutanya agar anak-anaknya belajar di SDN 62 bakal diakomodir ahli waris dengan membuka segel sekolah. “Alhamdulillah Ahli waris akan membuka segel sekolah besok pagi (hari ini-red), ” ungkap Koordinator lapangan yang juga walimurid SDN 62 Kota Bengkulu, Ujang Saidina.wali murid sendiri telah menggalang tandatangan yang kemudian akan disampaikan ke lembaga DPRD kota Bengkulu.



Ada empat point surat pernyataan yang isinya meminta pada ahli waris untuk membuka sementara lahan SDN 62 kota Bengkulu agar anak-anak bisa masuk bersekolah kembali dilahan tersebut. Wali murid optimis bahwa pemerintah kota Bengkulu akan bersedia membayar lahan SDN 62 Kota Bengkulu berdasarkan hasil audiensi walimurid bersama DPRD kota Bengkulu dan anggaran siap dilakukan pada 2020. Dan wali murid siap mengawal penganggaran dan pembayaran lahan SDN 62 baik di DPRD dan pemerintah kota Bengkulu.

Jika pemerintah kota tidak menganggarkan pembayaran lahan di tahun 2020, wali murid akan meninggalkan sekolah tanpa ada pemaksanaan, pertikaian dan proses perdebatan. “Kami wali murid meminta ketulusan ahli waris agar anak-anak tidak belajar lesehan, dan belajar di SDN 62, agar lebih nyaman, ” ujarnya.

Selama proses pembalajaran wali murid tidak dipungut biaya sewa, semua murni atas kebijakan ahli waris. ” Inilah kata maaf yang diberikan pada pemerintah atas kesalahpahaman di pembayaran pertama, ” katanya. Jikapun pada akhirnya tidak dibayar, wali murid pun siap dipindahkan ke gedung lain agar anak-anak layak mendapat pendidikan.

Ia juga merasa bersyukur dengan kedatangan komnas anak, disigung adanya dugaan eksploitasi Ujang Saidina tak gentar apa yang dilakukan sebagai bentuk protes walimurid pada pemerintah atas hak-hak anak mendapatkan keamanan dan kenyamanan dalam belajar. ” Silahkan menduga adanya eksploitasi, kami tidak menganggap adanya eksploitasi tapi ini bentuk protes kami pada pemerintah, “tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Dra Rosmayetti MM saat dikonfirmasi terkait dibukanya segel sekolah mengaku belum mengetahui, namun ia mengucap syukur jika ahli waris berbaik hati membiarkan anak-anak bangsa untuk belajar disana. ” Alhamdulillah jika demikian, tapi kita belum mendapat laporanya, ” tandasnya. (247)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*