Agusrin dan Rohidin Saling Kejar

Budhi/BE
Peneliti Diaspora Research Strategi, Ahmad Aprianto menyampaikan hasil surveinya di Hotel Santika Bengkulu, Minggu (26/7).

Hasil Survei Diaspora Research

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Lembaga Riset Sosial Kemasyarakatan dan Pemilu Diaspora Research Strategi mengeluarkan hasil surveinya untuk peta politik Pilgub Bengkulu.

Merela melakukan survei kepada masyarakat Bengkulu dengan menggunakan metode multistage random sampling yang dilakukan pada tanggal 16-20 Juli 2020 lalu.

Hasilnya, nama Agusrin M Najamudin menduduki posisi tertinggi, sedangkan Rohidin Mersyah sebagai petahana menduduki posisi kedua.

Dua tokoh ini pun saling kejar, dari sisi popularitas, Agusrin M Najamuddin 87,3 persen dan Rohidin Mersyah mendapat nilai 79,6 persen.

Sedangkan Helmi Hasan yang sekarang ini menjabat Walikota Bengkulu mengalami peningkatan dari segi trennya.

Dibandingkan dengan survei di Bulan Maret lalu, elektabilitas atau tingkat keterpilihan atau ketertarikan publik terhadap Agusrin dan Helmi hasan sama-sama mengalami kenaikan yang signifikan.

Elektabilitas Agusrin naik 12,1 persen dari 16,2 persen menjadi 28,3 persen. Sedangkan untuk Helmi Hasan naik 8,2 persen dari 7,8 persen menjadi 16,0 persen.

“Namun, meskipun mengalami peningkatan elektabilitas, untuk posisi ketiga, dari sisi popularitas, nama Helmi Hasan 69,7 persen,” terang Peneliti Diaspora Research Strategi, Ahmad Aprianto saat menyampaikan hasil survei di Hotel Santika Bengkulu, kemarin (26/7).

Kemudian untuk posisi ke empat, menerut Ahmad ada nama Imron Rosyadi dengan 59,4 persen, lalu Ahmad Hijazi 57,3 persen, selanjutnya ada Ferry Ramli 42,7 persen, lzda Putra 38,6 persen, dan Rosjonsyah Sahili 31,6 persen.
“Hanya satu nama Izda Putra yang diluar kepala daerah,” tuturnya.

Jika dilihat dari hasil survei elektabilitas, jika Pilgup dilaksanakan hari ini, maka nama Agusrin M Najamudin unggul dibandingkan Rohidin Mersyah dengan persentase 28,3 persen, sedangkan Rohidin Mersyah 18, 1 persen.

Lalu kembali disusul nama, Helmi Hasan 16,0 persen, rosjonsyah dengan 2,4 persen, Ahmad Hijazi 2,3 persen, lzda Putra 1,0 persen, Ferry Ramli dengan 0,9 persen dan lmron Rosyadi 0,7 persen.

“Ini semua berdasarkan hasil survei dari segi tren elektabilitasnya atau tingkat keterpilihan atau ketertarikan publik,” tambah Ahmad.

Menurutnya, tren kenaikan elektabilitas Agusrin maupun Helmi terjadi setidaknya karena tiga faktor yang saling berkaitan.

Pertama, kerja politik keduanya yang begitu massif melakukan sosialisasi dalam beberapa bulan terakhir ini, baik melalui alat peraga, aksi sosial, aksi kebijakan, dan pertemuan dengan warga.

Kedua, dari persepsi pemilih yang masih menganggap keduanya potensial memimpin Bengkulu, dibandingkan nama-nama lainnya dengan track record, gaya kepemimpinan, warisan/jejak kebijakan serta jejaring pendukung lainnya.

“Sedangkan untuk faktor ketiganya yakni disebabkan, terjadinya penurunan kepuasan dan naiknya tingkat ketidakpuasan atas kinerja dari petahana,” jelasnya.

Selain itu, survei ini mengambil sampel 700 orang yang tersebar di kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Survei dilakukan kepada masyarakat yang sudah berumur lebih dari 17 tahun keatas.

“Kalau tingkat pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan semua kita ambil secara acak, namun memang untuk margin of error kurang lebih mencapai 3,75 persen,” tegasnya.

Untuk 8 orang nama-nama balon gubernur yang diambil itu, lanjutnya, dilihat dari hasil publikasi melalui media, maupun spanduk-spanduk yang disebar di kabupaten/kota.

“8 nama ini yang dominan muncul, sehingga kita lakukan survei sebelum tanggal 9 Desember 2020 mendatang,” ungkap Ahmad.

Meski demikian, hasil survei itu masih akan tetap berubah. Sebab, Pilkada masih dilakukan sekitar 4 bulan ke depan. Artinya, politik akan terus mengalir dinamis.

Bisa saja, hasil survei berubah total, ketika kandidat tidak serius menggali massa dukungan.

“Semua itu tergantung dari kerja keras masing-masing kandidat dalam bertarung merebut kursi Gubernur Bengkulu untuk 5 tahun ke depan,” tutupnya. (529)