Agung Concern Peduli Lingkungan di Bengkulu

Foto Agung Toyota
BIJAK KELOLA SAMPAH: Komisaris Agung Concern Nani Koespriani di dampingi oleh Branch Manager Agung Toyota Bengkulu, Meriani berfoto bersama dengan seluruh karywan ATB usai pembukaan Program Eco Ranger(ER) Agung Toyota di Desa Jenggalu Kecamatan Suka Raja, Kabupaten Seluma, Sabtu (30/11).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – PT Agung Concern (grup Agung Toyota) bekerjasama dengan Greeneration Foundation (GF) menggelar program peduli lingkungan terkait pengelolaan sampah di Desa Jenggalu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Sabtu (30/11). Teknik pengelolaan sampah yang dilakukan oleh PT Agung Concern yaitu dengan membentuk Eco Ranger (Pahlawan Lingkungan) di daerah.

Komisaris PT Agung Concern, Nani Koespriani mengatakan, ada 8 Provinsi yang menjadi wilayah dilaksanakannya program peduli lingkungan ini. Diantaranya Jakarta, Jambi, Bali, Riau, Kepulauan Riau, NTB, Lampung, dan Bengkulu. Khusus di Bengkulu, PT Agung Concern memilih Desa Jenggalu. Terpilihnya desa ini, karena wilayahnya yang berada dekat dengan sungai. Oleh sebab itu, fokus utama dalam pengelolaan sampah di Bengkulu adalah masyarakat desa yang berada disekitar aliran sungai.

“Desa Jenggalu posisinya dekat sungai, kami ingin masyarakat di desa ini tidak mencemari sungai dengan sampah. Karena sungai adalah sumber air bagi kita semua,” kata Nani.

Salah satu upaya yang dilakukan Agung Concern untuk mencegah masyarakat membuang sampah di sungai yaitu dengan membentu Eco Ranger di Desa Jenggalu. Sebanyak 55 Eco Ranger sudah terbentuk dan diberi pelatihan oleh Agung Concern. Diharapkan mereka bisa menjaga lingkungan dan mendorong orang lain untuk tidak membuang sampah di sungai. “Kita sudah bentuk dan latih Eco Ranger di Desa Jenggalu, mereka diberi pelatihan terkait prinsip 3R yaitu Reuse, Reduce, dan Recycle (mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang) sampah,” ungkap Nani.

Ia mengaku, berdasarkan hasil riset yang dilakukan GF dan Sahabat Bumi, 85 persen sampah yang dihasilkan di Desa Jenggalu adalah sampah organik hasil aktivitas rumah tangga di dapur. Sementara sisanya adalah produksi sampah an organik berupa plastik. Sampah-sampah tersebut dibakar dan tidak dilakukan proses daur ulang. “Makanya kita hadir dan mengajarkan mereka bagaimana mengelola sampah dengan baik dan benar sesuai dengan prinsip 3R,” tutupnya.

Sementara itu, Branch Manager Agung Toyota Bengkulu, Meriani menyebutkan, manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini adalah diharapkan masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan. Sehingga masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Tidak hanya itu, kami juga punya program yang sama. Pengelolaan sampah di lingkungan kerja serta selalu memberikan imbauan ke Karyawan untuk mengikuti metode-metode ini. Dan kepedulian ini ditularkan oleh karyawan kami ke lingkungan masing-masing,” tutupnya.(Cik7/paket)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*