AGROINDUSTRI KERUPUK UBIKAYU (OPAK) DI DESA BUKIT PENINJAUAN II KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA

artikel
==Naikan dua foto kecil jadilah==
TEKS FOTO: Desa Bukit Peninjauan II dari tahun 2016 merupakan desa binaan Universitas Prof. Dr.Hazairin, SH Bengkulu (Unihaz Bengkulu)

Pengembangan agroindustri di Indonesia terbukti mampu membentuk pertumbuhan ekonomi Nasional. Disaat krisis melanda Indonesia pada tahun 1997-1998, agroindustri ternyata menjadi sebuah aktivitas ekonomi yang mampu berkontribusi secara positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, walaupun sektor lain mengalami kemunduran atau pertumbuhan negatif. Agroindustri merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui pemanfaatan dan penerapan , memperluas lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (hhtp://id wikepedia.org/wikiAgroindustri).

Desa Bukit Peninjauan II dari tahun 2016 merupakan desa binaan Universitas Prof. Dr.Hazairin, SH Bengkulu (Unihaz Bengkulu), yang berjarak 28,2 km dari ibukota provinsi dan kampus Unihaz Bengkulu. Hampir setiap bulannya dosen mengadakan pengabdian baik berupa penyuluhan, pelatihan ataupun kegiatan penelitian. Disamping sebagai petani di desa Bukit Peninjauan II terdapat juga usaha kerupuk ubikayu atau singkong yang dibuat bermacam-macam bentuk (bentuk stick,bentuk bulat kecil atau besar, segi empat dan panjang-panjang) yang dialukukan oleh ibu-ibu. Di desa Bukit Penijauan II dikatakan kerupuk ubi/opak karena terbuat dari ubikayu/singkong.

artikel 2
==Naikan dua foto kecil jadilah==
TEKS FOTO: Desa Bukit Peninjauan II dari tahun 2016 merupakan desa binaan Universitas Prof. Dr.Hazairin, SH Bengkulu (Unihaz Bengkulu)

Kegiatan PKM ini melibatkan dua mitara dimana mitra satu adalah pedagang pengumpul ubikayu dan mitra dua adalah pengusaha kerupuk uikayu (opak). Permasalahan mitra satu ini adalah sulitnya mengumpulkan atau kurangnya bahan baku ubikayu dari desa itu sendiri sehingga harus didatangkan dari desa tetangga. Permasalahan mitra dua adalah :

1).Kurangnya ketersediaan bahan baku dari desa dan tingginya harga bahan baku yang didatangkan dari desa lain. 2). Belum adanya alat pengering, penjemuran yang sangat tergantug pada cuaca yang berakibat pada kualitas kerupuk . 3).Manajemen usaha yang sama sekali belum pernah dilakukan termasuk perencanaan bisnis kedepannya dalam mengembangkan usaha. 4). Belum memiliki P-IRT 5) Diversifikasi rasa kerupuk khususnya stick, perlunya pengemasan serta pemasaran yang masih terbatas 6).Modal yang masih terbatas karena belum dapat suntikan modal dari pihak lain.



Adapun solusi yang ditawarkan untuk mencapai tujuan maka ada beberapa solusi yang ditawarkan antara lain : 1). Memanfaatkan lahan-lahan kosong baik kebun ataupun pekarangan rumah masyarakat desa untuk menanam ubikayu disamping tanaman lainnya. 2).Membuat alat pengeringan sederhana 3). Meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan manajemen usaha

(manajemen produksi,manajemen pemasaran dan manajemen keuangan) 4).Membantu pengurusan P-IRT 5). Membantu membuat bermacam-macam rasa stick dan melakukan pengemansan serta perluasan jaringan pemasaran/segmen pasar. 6). Membentuk pra Koperasi sesuai hasil dan musyawarah bersama.

Oleh: Ir Sarina MSi, Hermawati SE, MM, Chaidir ST. MSi,
(Dosen Universitas Prof Dr Hazirin, SH Bengkulu)