Adu Kambing Mahasiswi Tewas

RATU SAMBAN, BE- Kecelakaan merenggut nyawa kembali terjadi di ruas jalan Bengkulu. Seorang mahasiswi Kiki Wulan Dari (21) mahasiswi Fkib Jurusan Bahasa Indonesia Unib tewas, akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan WR Supratman persisnya di depan Perumahan Al Kausar Muara Bangkahulu, kemarin pukul 12.00 WIB. Korban tewas setelah motor Yamaha Mio BD 5889 DP yang dikendarainya tabrakan adu kambing dengan sebuah mobil Grand Max BD 1838 DB, yang dikendarai oleh Lemeng Ton(29) warga Padat Karya Karang Anyar 11 Bengkulu Utara. Begitu motor beradu dengan suara keras. Muka korban menghantam bagian kaca depan mobil, hingga muka mahasiswa itupun hancur. Lalu tubuh mahasiswi semester 8 itu terseret oleh mobil hingga 11 mter jatuhnya. Setekah itu tubuh korban pun terjungkal dan terhempas ke aspal. Hingga mulut dan telinga korban mengeluarkan darah segar. Tangan korban pun juga terlihat remuk. Warga setempat yang melihat kejadian itu langsung datang menolong. Saat ditolong kondisi korban sudah sekarat. Lalu tubuh korban pun langsung dlarikan ke RS Rafflesia. Namun nyawanya tak tertolong hingga korban pun akhirnya tewas. ”Kedua kendaraan yang saling tabrakan itu telah kita amankan. Termasuk dengan pengemudi mobil BD 1838 DB. Pengemudi mobil diduga melawan arah jalan serta mengemudikan mobilnya dengan kencang. Sehingga kecelakaan pun terjadi,”terang Kapolres AKBP Joko Suprayitno SST MK melalui Kasat Reskrim AKP Bayu Catur P SIK. Insiden maut itu berawal dari pengendara mobil Lemeng Ton, mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Ia melawan arah di jalan membelok ke jalur 2 yang tembus ke Pasar Pedati. Namun belum lagi sampai ke tikungan, mengambil jalan kanan. Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul korban mengendarai motor Mio dari arah Unib. Sehingga insiden itupun langsung terjadi. Pengendara mobil maut yang sudah diamankan polisi itu kemarin masih menjalani pemeriksaan di Sat Lantas Polres Bengkulu. Terpisah, pihak keluarga yang mengetahui keceakaan maut terhadap korban itu langsung berhamburan memenuhi RS Rafflesia. Suasana histeris pun terjadi, keluarga meratapi kematian anak pertama dari 4 bersaudara itu. Bahkan ibunda korban sempat pingsan mengetahui anak pertamanya tewas dengan cara yang tragis. “Wulan setiap ke Bengkulu hanya untuk bimbingan skripsi. Dari kampus ia hendak pulang ke Desa Lubuk Sini Taba Penanjung, tapi kini dia sudah tiada,”terang Arizin(43) paman korban kepada BE. Dijelaskan Arizin, dalam waktu dekat ini korban mau melangsungkan pernikahannya dengan seorang guru, yang saat ini telah mengajar di Kabupaten Seluma. Rencananya jenazah korban dikebumikan dikampung halamannya di Bengkulu Tengah.(333)