Adik JK Dapat JHT Jamsostek

ahmad kallaJAKARTA – PT Jamsostek menyerahkan hak klaim program jaminan hari tua (JHT) kepada dua orang peserta jaminan yang totalnya senilai Rp 800-an miliar. Penyerahan ini dinilai penting dan berarti, karena nilai klaim dimiliki dua orang direksi perusahaan nasional berbendera Bukaka.

Selain Ahmad Kalla yang tercatat sebagai pengusaha nasional yang memiliki kelompok usaha Bukaka, satu lagi anak buah Ahmad Kalla yang menjabat Direktur SDM dan Umum PT Bukaka Jusuf Muhaji. Keduanya mendapatkan klaim Jamsostek karena bertepatan pada usia 55 tahun. Di mana dalam aturan ketenagakerjaan Indonesia, pekerja yang berusia 55 tahun, adalah usia pensiun.

Kepala cabang PT Jamsostek Bogor II Sudirman Simamora mengatakan, pihaknya memberikan dua klaim program JHT kepada dua karyawan Bukaka. Satu atas nama Ahmad Kalla senilai Rp 400 juta dan satu lagi atas nama Jusuf Muhaji yang nilainya sebesar Rp 338 juta.

Menurut Sudirman, pengusaha nasional yang juga adik kandung mantan wakil presiden RI Jusuf Kalla tidak bisa hadir. Karena itu, pihaknya jemput bola untuk datang ke kantornya. Ini untuk kepentingan tanda tangan yang tidak bisa diwakilkan dan atau dikuasakan. Sementara Jusuf Muhaji tampak hadir dan menerima JHT-nya di hadapan para wartawan di gedung PT Jamsostek Bogor II, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (26/12).

’’Kami menyerahkan uang JHT kepada dua orang direksi dari perusahaan nasional sebagai hak klaimnya yang masuk usia pensiun. Kami bangga, karena ini bisa jadi teladan bagi karyawan kebanyakan,’’ ungkap Sudirman usai menyaksikan tanda tangan klaim oleh Jusuf Muhaji.

Sementara Jusuf Muhaji mengaku sudah cukup familir dengan Jamsostek yang mengurus jaminan sosial karyawan. Karena dirinya sudah bergabung di Jamsostek sejak 1992 hingga sekarang. ”Sebenarnya untuk level direksi tidak ada usia pensiun di Bukaka. Tapi karena boleh untuk mengurus uang JHT ini, maka saya manfaatkan yang hubungannya sebagai profesionalisme karyawan sesuai ketentuan di Jamsostek,’’ ungkap Muhaji.

Di bagian lain, Jusuf mengapresiasi kinerja staf Jamsostek Bogor II dalam melayani peserta. Pelayanan yang cepat sangat membantu peserta mendapatkan hak mereka. ’’Saya menyerahkan semua persyaratan administrasi pada Jumat (21/12) dan hari ini (kemarin, Red) sudah bisa dibayarkan. Jadi sekarang pelayanan Jamsostek sudah sama seperti di bank. Karena itulah, seribu karyawan Bukaka sekarang sudah masuk Jamsostek. Tapi hanya JHT. Karena untuk kesehatan sudah di-cover perusahaan dengan adanya klinik-klinik Bukaka,’’ pungkasnya. (ers)