Ada ‘TPA’ di Pantai Pasar Bawah

tumpukan sampah di pinggir jalan menuju pantai pasar bawah
MENUMPUK : Sampah di pinggir jalan menuju pantai Pasar Bawah menumpuk dan sebabkan bau tak sedap.

PASAR MANNA, Bengkulu Ekspress – Sejumlah pengunjung Pantai Pasar Bawah, selalu memalingkan mukanya¬† dan menutup hidungnya ketika melintasi jalan menuju kawasan pantai tersebut tepatnya Pasalnya, disisi kanan jalan tersebut telah menumpuk sampah, seakan lokasi tersebut telah berubah menjadi tempat pembuangan akhir sampah (TPA). “Setiap melintas di jalan itu, pasti merasakan bau sampah yang menyengat,” kata Susi (18), salah satu pelajar yang melintas yang di jalan tersebut.

Ditambahkan Ripin (31), warga lainnya, dengan tumpukan sampah di pinggir jalan menuju Pantai Pasar Bawah, telah mengganggu warga yang mau berkunjung. Padahal Pantai Pasar Bawah, satu-satunya obyek wisata di BS yang paling ramai pengunjungnya.

Sebab itu ia berharap warga setempat untuk tidak membuang sampah di lokasi tersebut, juga dapat membuang sampah pada tempatnya. Sebab, keberadaan sampah itu, selain terkesan lokasi pantai yang kurang bersih, juga seakan warga tidak memperdulikan kebersihan lingkungan.

“Jalan itu kan setiap hari selalu ramai dilintasi warga untuk rekreasi ke pantai pasar Bawah, jika terus dibiarkan seakan menunjukan warga tidak peduli kebersihan lingkungan,” ujar Ripin.

Sementara itu, Kepala Dinas kebersihan, Pertamanan dan Tata kota, Drs Resmen Asnawi MAP  sangat menyayangkan sikap masyarakat yang tidak peduli akan kebersihan lingkungan. Keberadaan sampah tersebut, sambung Resmen sebagai bukti jika masyarakat suka membuang sampah sembarangan.

Sebab itu ia mengharapkan warga dapat membuang sampah pada tempatnya, terlebih lagi di setiap wilayah sudah disiapkan kontainer dan juga tong sampah. Bahkan dirinya menyebutkan jika di pinggir jalan tersebut bukan TPA, sedangkan TPA hingga saat ini masih di Desa Pagar Dewa.

“Untuk diketahui TPA masih di Desa Pagar Dewa, kami sangat berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di pinggir jalan, sebab akan mengganggu pemandangan dan menimbulkan mau busuk,” terang Resmen. (369)