Ada Pungli Berkedok Jaminan Kesehatan

CURUP, BE – Puluhan mahasiswa STAIN Curup, Senin kemarin (26/11) mendatangi pimpinan kampus guna mempertanyakan jaminan kesehatan bagi mahasiswa yang belum diterima oleh mahasiswa hingga saat ini.  Salah satu perwakilan mahasiswa Edi Wijayanto menerangkan, setiap mahasiswa terus melakukan pembayaran uang sebesar Rp 20 ribu per mahasiswa, sayangnya tidak ada satupun bentuk jaminan kesehatan yang diberikan kepada mahasiswa.

“Kami bayar terus jaminan kesehatan ini, tetapi jaminan kesehatannya tidak kunjung kami terima. Saat ditanyakan, pasti jawabannya tidak tahu,” sesal Edi dalam audensi dengan pimpinan STAIN Curup di gedung rektorat STAIN Curup.
Edi menilai pihak kampus tidak memberikan keterbukaan terkait anggaran yang dipungut dari mahasiswa tersebut.  “Bayangkan saja, Rp 20 ribu dikalikan 1000 mahasiswa setiap semester, berapa uangnya. Sedangkan total mahasiswa STAIN Curup ini lebih dari 5 ribu mahasiswa.  Dengan anggaran tersebut, jika dikelola dengan baik kami yakin tidak ada mahasiswa yang harus mengeluarkan uang untuk berobat ketika sakit,” tegasnya.

Selain pungutan liar berkedok jaminan kesehatan, mahasiswa juga mempertanyakan adanya pemotongan terhadap dana Beasiswa Supersemar sebesar Rp. 400 ribu untuk setiap mahasiswa yang terpilih mendapatkannya. Dalam audensi yang hanya dihadiri oleh dua Pembantu Ketua tersebut, perwakilan mahasiswa lainnya, Ari Wibowo mengatakan, pada masa kerpemimpinan Saprudin sebagai Pembantu Ketua III, terjadi pemotongan dana beasiswa sebesar Rp. 400 ribu dari 9 orang mahasiswa yang mendapatkan beasiswa tersebut.  “Beasiswa Supersemar itu seharusnya di terima oleh mahasiswa dalam 1 tahun 2 kali sebesar Rp, 2,4 juta. Tetapi, saat pencairannya, mahasiswa hanya menerima Rp. 1,8 juta dalam satu tahun tersebut,” ujar Ari.

Selain itu, beredar informasi lain bahwa jumlah mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut juga diduga dilakukan mark up.  “Seharusnya hanya 9 orang, tetapi yang diajukan 14 orang, kami tidak tau data itu benar atau tidak namun kami mempertanyakan hal itu agar tidak ada fitnah di kampus yang menjadi tempat ribuan mahasiswa memperlajari Islam tersebut,” ujar Ari.
Lain halnya Aditya Gumai, mahasiswa lainnya juga mempertanyakan fasilitas kampus yang dijanjikan oleh pihak Managemen STAIN Curup.

“Seperti ketersediaan air bersih yang sering macet, fasilitas praktikum yang belum ada juga hingga saat ini, kami ingin mempertanyakan kapan kejelasannya,” ujar Aditya.
Menanggapi hal itu, Pembantu Ketua III, Dr Nuzuar MPd menegaskan akan menindaklanjuti permasalahan adanya pemotongan dana beasiswa tersebut. Pihaknya akan segera memanggil pelaksana serta bendahara yang mengatur dan menyalurkan beasiswa supersemar tersebut.

“Saya baru menjabat, sehingga tidak tahu persis masalah pemotongan ini. Tetapi, setahu saya, beasiswa supersemar tidak boleh sama sekali dilakukan pemotongan dalam bentuk apapun.  Jika hal itu diketahui oleh pihak Yayasan Supersemar, maka STAIN dipastikan tidak akan mendapatkan lagi bantuan beasiswa tersebut kedepannya,” ujar Nuzuar.
Selain itu, Nuzuar juga berjanji kepada mahasiswa, dimasa dirinya menjabat sebagai PK III, pemotongan itu tidak akan terjadi. Tidak hanya beasiswa Supersemar saja, tetapi beasiswa yang lain juga.  “Kami akan segera menyelidiki masalah pemotongan beasiswa ini secepatnya agar segera tuntas,” ujar Nuzuar.

Sementara Pembantu Ketua II, Rahmat Hidayat mengatakan bahwa program pembangunan infrastruktur fasilitas kampus STAIN akan dilakukan pada tahun 2013 mendatang. Sebab, program tersebut baru dibuat dan direncanakan pada tahun 2012 ini.  Sedangkan untuk fasilitas jaminan kesehatan, sambung Rahmat, pihaknya belum bisa memberikan jawaban final.  Sebab, pihaknya harus melakukan kroscek terlebih dahulu mengenai dana kesehatan tersebut kepada bendahara.  “Kita akan kroscek dulu dengan bendahara, ada tidak dana itu. Jadi kami belum bias menjawab secara final pertayaan anda, tetapi, dalam waktu dekat ini, semua yang anda tanyakan akan kami berikan jawabannya,” tegas Rahmat. (999)