Ada Dewan Minta Uang

BENGKULU, BE – Seorang calon anggota KPID mengaku telah dimintai uang oleh oknum anggota DPRD Provinsi yang menguji kelayakan calon atau fit and proper tes agar bisa diluluskan. Hal tersebut membuat kesal, karena diakui bukan hanya satu orang calon yang dimintai uang tetapi beberapa calon. “Ada seorang anggota dewan yang minta uang. Tetapi tidak kami beri, karena calon lain juga diminta. Saya tidak tahu itu, iseng atau serius. Tetapi, saya pikir pancingan agar ada calon uang memberikan uang,” kata seorang calon KPID yang minta namanya tidak disebutkan. Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Diana Komena SHMH mengatakan bisa jadi bila ada oknum dewan yang meminta uang. Karena, ada 9 anggota Komisi I yang ikut menyeleksi 26 calon tersebut, masing-masing memiliki hak penilaian. “Bisa jadi ada yang meminta, sejauh ini kami tidak mengetahui. Karena ada sembilan orang (dewan) penguji, ya sebaiknya katakan saja siapa orangnya,” ucap Diana. Hingga saat ini, Diana mengatakan belum melakukan rapat membahas hasil uji kelayakan. Hasil penilaian masing-masing anggota Tim 9 yang semua adalah anggota Komisi I itu akan dikumpulkan. “Mekanismenya bagaimana, belum melakukan rapat,” katanya. Sedangkan anggota Komisi I Inzani Muhammad mengatakan bahwa untuk menentukan kelulusan dilakukan dengan cara melihat nilai selama melakukan uji kelayakan. “Siapa nilai tertinggi hingga ke tujuh yang akan diambil,” katanya. Dengan cara itu, sulit bila ada oknum yang akan mengakali hasil penilaian keseluruhan. “Apabila ada nilai yang rendah, tetapi diperjuangkan oleh penguji, bisa dipertanyakan, ada apa itu?” katanya. Ia mengatakan 5 penilaian antara lain visi dan misi, pengetahuan muatan lokal, pengetahuan umum, etika, dan kelengkapan admistrasi. Masing-masing anggota tim seleksi yang berjumlah sembilan orang. “Masing-masing item nilainya maksimal 90 poin, yang nanti akan diakumulasi terhadap semua penilaian,” katanya. Ia mencontohkan, ada 3 calon KPID yang tidak memiliki ijazah S-1, sehingga dalam penilaian kelengkapan administrasinya kosong.” Kalau mereka tidak melengkapi (ijazah S-1) maka sudah pasti kehilangan nilai 90 poin,” ujarnya. (100)